Hendropriyono soal Natuna: Amankan Kepentingan Nasional, Hindarkan Perang

Mochamad Zhacky - detikNews
Minggu, 05 Jan 2020 18:16 WIB
AM Hendropriyono (Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta - Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono menilai ada dua tantangan yang harus dihadapi pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan persoalan perairan Natuna. Hendropriyono mengatakan pemerintah Indonesia harus bisa mengamankan kepentingan nasional dengan menghindari risiko perang.

"Dalam konteks perselisihan di laut Natuna, kita harus bisa menjawab dua tantangan. Pertama, untuk menegakkan hukum kita dengan risiko pertempuran di laut sekitar Natuna; dan kedua, untuk mengamankan kepentingan nasional kita dengan menghindarkan risiko perang. Karena itu, pemerintah akan memperkuat Bakamla daripada mengerahkan TNI AL," kata Hendropriyono kepada wartawan, Minggu (5/1/2020).



Hendropriyono beranggapan pengerahan TNI AL ke perairan Natuna hanyalah unjuk kekuatan militer. Hal itu perlu dilakukan agar Indonesia tidak diremehkan negara lain.

"Alternatif yang mungkin bisa diambil adalah menyelesaikan setiap konflik terbatas yang terjadi di lapangan, seperti misalnya konflik di perbatasan darat yang pernah terjadi selama ini. Briefing di kapal perang dan pengerahan TNI AL diperlukan untuk show of force kekuatan kita saja agar tidak mudah dilecehkan siapa pun," sebut mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu.

Diberitakan sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md memastikan pemerintah Indonesia tidak akan bernegosiasi dengan pemerintah China terkait persoalan perairan Natuna. Berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982, perairan Natuna merupakan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia sehingga tidak perlu negosiasi bilateral.

"Terkait dengan kapal ikan RRT yang dikawal resmi pemerintah Tiongkok di Natuna, prinsipnya begini, Indonesia tidak akan melakukan negosiasi dengan Tiongkok," kata Mahfud usai menghadiri Peringatan Dies Natalis Ke-57 Universitas Brawijaya di Kota Malang, Jawa Timur, seperti dilansir Antara, Minggu (5/1).

Pelanggaran memang dilakukan kapal-kapal China di wilayah ZEE Indonesia di perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Kapal-kapal tersebut menangkap ikan di wilayah ZEE Indonesia.


Tonton juga Perang Opini Indonesia Vs China soal Laut Natuna :

[Gambas:Video 20detik]

Halaman

(zak/imk)