Round-Up

Kedaulatan Dipertahankan, Jokowi Tak Kompromi Tangani Penyerobotan Natuna

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 05 Jan 2020 05:51 WIB
Presiden Jokowi di KRI Imam Bonjol saat mengecek perairan Natuna, Kepri. (Foto: dok detikcom)
Jakarta - Situasi keamanan di Natuna, Kepulauan Riau, memanas setelah kapal coast guard China menerobos teritorial Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) enggan berkompromi dan mempertahankan kedaulatan NKRI.

China mengklaim berhak atas Natuna. China menampik putusan pengadilan internasional tentang klaim 9 Garis Putus-putus di Laut China Selatan sebagai batas teritorial laut China tidak mempunyai dasar historis.


Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I terus melakukan pengawasan dan pengamanan laut Natuna Kepri. Dari hasil pengawasan, Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono mengatakan, ada 30 kapal ikan asing yang terdeteksi masuk wilayah kedaulatan NKRI dengan dikawal 3 kapal coast guard China.

Istana memastikan Jokowi bersikap tegas merespons klaim China di perairan laut Natuna. Upaya penanganan klaim China di Natuna dilakukan dengan diplomasi damai.



Perang Opini Indonesia Vs China soal Laut Natuna:


Selanjutnya
Halaman
1 2 3