BNPB: 8 Orang Tewas Akibat Banjir Lebak Banten, 1 Hilang

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Sabtu, 04 Jan 2020 12:49 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo (Bahtiar/detikcom)
Lebak - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan ada delapan orang yang tewas akibat banjir bandang dan longsor di Lebak, Banten. Ada satu orang yang hanyut dan belum ditemukan.

"Laporan sementara terdapat 8 orang meninggal karena 6 tertimbun dan dua hanyut satu belum ditemukan. Sangat masif dan baru terjadi sejak puluhan tahun," kata Doni di lokasi bencana banjir bandang Kecamatan Lebak Gedong, Lebak, Banten, Sabtu (4/1/2020).


Dia menyebut ada sekitar seribu rumah yang rusak akibat luapan sungai Ciberang dan longsor. BNPB meminta pemerintah daerah segera mendata rumah terdampak baik yang rusak berat dan ringan.

"(Luapan) Sungai Ciberang menimbulkan kerugian masif, tidak kurang 1.000-an rumah yang statusnya rusak berat," ujarnya.

Doni mengatakan korban terdampak banjir bandang akan mendapatkan bantuan Rp 500 ribu sebagai dana tunggu hunian. Kemudian, dia mengatakan warga yang rumahnya terkena dampak akan mendapatkan dana stimulan Rp 50 juta untuk rumah rusak berat, Rp 25 untuk rusak sedang dan Rp 10 juta untuk rusak ringan.


"BNPB mengambil langkah terintegrasi, tidak perlu menunggu status tanggap darurat berakhir, jadi paralel, pemerintah daerah segera memberikan data masyarakat yang rumahnya rusak berat, sedang dan ringan sehingga tidak perlu nunggu dibuatkan hunian sementara," ujarnya.

Stimulan Rp 500 ribu bakal diberikan agar warga bisa menyewa rumah sementara. Dia berharap rumah yang rusak sudah bisa dihuni lagi sebelum enam bulan.



Simak Video "7 Jembatan di Lebak Putus Diterjang Luapan Sungai Ciberang"

[Gambas:Video 20detik]

(haf/haf)