Operator Pompa Air Pengadegan, Dudung, menyebut air banjir di Kampung Lubang, Pengadegan Timur, tidak bisa langsung disedot sampai tuntas. Dia mengatakan jika air disedot hingga kering, maka warga bakal kesulitan membersihkan lumpur yang mengering.
Foto: Pompa air sedot banjir di Pengadegan (Sachril-detikcom) |
"Kalau warga bersih-bersih, kita sedot (air banjir), kita ganggu warga. Kalau kering benar di rumahnya, warga kerepotan juga. Kan kalau kering, lumpur mengeras," kata Dudung di Kantor Stasiun Pompa Pengendali Banjir Kawasan Pengadegan, Pancoran, Jaksel, Sabtu (4/1/2020).
Dudung menyebut air banjir di pemukiman Pengadegan Timur bisa saja disedot sampai habis hari ini. Namun dia menyebut warga bakal kesulitan membersihkan lumpur karena tak ada air di lokasi.
"Kalau kita sih mau dituntaskan hari ini juga tidak masalah. Cuma kita mengimbangi warga. Kan kalau lumpur keras, nggak ada air buat membersihkan," ujarnya.
Air banjir di permukiman yang disedot bakal dialirkan penampungan. Nantinya, air di penampungan akan dibuang ke Sungai Ciliwung melalui pipa dibawah tanah.
"Besok lanjut lagi. Malam kalau memang darurat ya kita tetap kerja (menyedot air banjir). Kita sesuaikan dengan kondisi," ujar Dudung. (haf/haf)












































