Kemarahan Warga Australia terhadap Singapura Memuncak

Kemarahan Warga Australia terhadap Singapura Memuncak

- detikNews
Rabu, 23 Nov 2005 12:59 WIB
Jakarta - Kemarahan warga Australia terhadap pemerintah Singapura kian memuncak. Ini berkaitan dengan rencana eksekusi seorang pemuda Australia atas tuduhan penyelundupan narkoba.Nguyen Tuong Van, warga Australia berusia 25 tahun akan dihukum gantung pada 2 Desember mendatang di Singapura. Eksekusi tetap akan dilakukan meski pemerintah Australia telah berulang kali mengajukan permohonan ampun bagi terdakwa.Sebagai upaya terakhir, Rob Hulls, Jaksa Umum negara bagian Victoria, Australia, daerah asal Nguyen, terbang ke Singapura hari Rabu (23/11/2005) ini untuk memohon pengampunan bagi jiwa Nguyen. Alasannya, eksekusi merupakan tindakan barbar.Penolakan pemerintah Singapura untuk mengampuni jiwa Nguyen mendapat kecaman keras dari masyarakat dan pejabat-pejabat Australia. Mantan hakim Pengadilan Federal Marcus Einfeld bahkan menuding pemerintah Singapura munafik. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/11/2005).Figur terkemuka Australia itu menyebut-nyebut hubungan Singapura dengan Myanmar, salah satu penjual heroin terbesar di dunia. Singapura merupakan mitra dagang besar bagi Myanmar. "Mengingat ini, cukup munafik bagi Singapura menggantung seorang pria muda yang kedapatan membawa sekitar 400 gram heroin dari Kamboja ke Australia via Singapura," cetus Einfeld kepada televisi Nine Network.Media-media Australia pun gencar melancarkan kritikan terhadap rencana hukuman mati tersebut. "Ini (hukuman mati) akan memperlihatkan sifat otoriter Singapura dan pengingkaran akan kebebasan sipil," tulis harian The Australian. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads