Desak Polisi Tangkap Teroris, Mahasiswa Palu Turun ke Jalan
Rabu, 23 Nov 2005 12:49 WIB
Palu - Sebanyak 500-an mahasiswa Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (23/11/2005) turun ke jalan. Selain menggelar long march di jalan-jalan protokol, mereka mendatangi Kantor DPRD, Kantor Gubernur dan Markas Polda Sulteng. Mereka mendesak polisi segera menangkap sejumlah pelaku penembakan dan pembacokan di Palu dan di Poso selama sebulan terakhir.Aksi itu dimulai sejak pukul 07.00 WITA di Kampus Untad, Kelurahan Tondo, Palu Timur. Untuk memperbanyak massa, para pentolan aksi mahasiswa itu memblokir pintu gerbang utama Kampus Tadulako. Walhasil, civitas akademika yang hari itu akan masuk kampus pun terhalang di luar kampus.Mahasiswa baru bergerak ke pusat kota setelah ratusan mahasiswa berkumpul. Mereka diangkut oleh truk dan angkutan kota menuju Taman Kota Palu. Dari situ mereka kemudian menggelar long march di Jalan Hasanuddin I, Jalan Sudirman, Jalan Sam Ratulangi hingga berhenti di Kantor DPRD, Kantor Gubernur dan Markas Polda Sulteng yang ketiganya berada di Jalan Sam Ratulangi, Palu Timur.Iksan, salah seorang mahasiswa, menyatakan polisi harus lebih serius lagi mengungkapkan sejumlah aksi kekerasan di Palu dan Poso. Mereka menganggap polisi hanya menghabiskan duit negara saja. "Sekarang teror penembakan dan pembacokan, tidak cuma di Poso. Saat ini para teroris itu sudah masuk ke Kota Palu. Polisi mestinya segera menangkap mereka, karena terus terang aksi mereka membuat kami agak khawatir jika kembali dari kampus sore harinya," aku Iksan. Setelah mendatangi ketiga kantor pemerintah itu, para mahasiswa pun membubarkan diri. Sebagian mereka langsung pulang, dan sebagian lagi kembali ke kampus. Untuk diketahui, pasca penembakan dosen Universitas Tadulako (Untad) Pudji Sulaksono (49) dan istrinya Novelean Palinggi (37), situasi malam hari dikompleks perumahan dosen perguruan tinggi negeri terbesar itu, agak mencekam. Jarang yang berani keluar malam lagi, bahkan mahasiswa yang sampai malam dikampus pun ketar-ketir.Apalagi hingga kini, polisi belum menangkap satu pun pelaku penembakan yang terjadi pada Sabtu (19/11/2005) pukul 19.45 WITA di Jalan Untad II, Kelurahan Tondo, Palu Timur itu.
(asy/)











































