Normalisasi Ciliwung Mandek, PDIP: Anies Kurang Serius Bangun DKI

Indra Komara - detikNews
Sabtu, 04 Jan 2020 08:43 WIB
Foto: Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Program normalisasi Ciliwung sepanjang 33 kilometer (km) masih terhambat pembebasan lahan yang belum tuntas. Mandeknya normalisasi dianggap sebagai ketidakseriusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam membangun Ibu Kota.

"Kalau saya melihatnya ini kurang serius," ujar Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP, Ida Mahmudah, kepada wartawan, Jumat (3/1/2020).



Menurut Ida, bukan hanya normalisasi Ciliwung yang bermasalah. Pencairan anggaran soal pembebasan lahan untuk Tol di kawasan Jakarta Utara juga belum rampung. Hal itu, yang menurut Ida Pemprov DKI tidak serius membangun kota Jakarta.

"Di Bina Marga terkait pembebasan lahan yang menjadi kewajiban Pemda untuk ruas jalur 6 Tol, pembangunannya sudah sampai MOI, tapi yang Sunter sampai hari ini tak pernah dicairkan anggarannya. Kalau saya lihat ini Pemda ini semangat untuk membangun meneruskan pekerjaan yang sudah ada sangat lelet. Secara umum, bukan hanya normalisasi," lanjut Ida.

Untuk itu, dia meminta Anies lebih fokus untuk membangun Jakarta sesuai dengan program awal. Dia juga menyoroti waduk yang sudah memiliki lahan tapi belum dimulai pembangunannya.

"Waduk sudah ada lahan yang dibeli tapi belum dibangun, saya harap gubernur segera fokus. Jangan fokus yang lain dulu, konsentrasi dulu bangun DKI sesuai programnya dia , Maju Kotanya Bahagia Warganya," kata Ida.



Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyoroti normalisasi sepanjang Kali Ciliwung yang ditangani baru 16 km dari 33 km. Hal itu yang menurut Basuki membuat DKI tergenang.

"Namun mohon maaf Bapak Gubernur selama penyusuran Kali Ciliwung ternyata sepanjang 33 km itu yang sudah ditangani dinormalisasi 16 km. Di 16 km itu kita lihat insyaallah aman dari luapan, tapi yang belum dinormalisasi tergenang," kata Basuki di lapangan Monas, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (1/1).

Anies lantas memberi penjelasan soal penanganan banjir yang menurutnya bukan sekadar normalisasi. Bagi Anies, selain normalisasi, harus ada pengendalian air dari Bogor yang masuk ke Jakarta.

"Jadi, selama air dibiarkan dari selatan masuk ke Jakarta dan tidak ada pengendalian dari Selatan, maka apa pun yang kita lakukan di pesisir termasuk di Jakarta tidak akan bisa mengendalikan airnya," jelas Anies.



Menurut Anies, Kali Ciliwung sudah dilakukan normalisasi, namun Kampung Melayu tetap banjir pada Maret 2019 sehingga yang terpenting, bagi Anies pengendalian air sebelum masuk ke Jakarta.

"Kita sudah menyaksikan bulan Maret lalu di Kampung Melayu yang sudah dilakukan normalisasi itu pun mengalami banjir ekstrem. Artinya, kuncinya itu ada pada pengendalian air sebelum masuk pada kawasan pesisir," kata Anies. (idn/rfs)