Pegawai Depnaker Ditodong Perampok Bersenjata Api
Rabu, 23 Nov 2005 12:29 WIB
Jakarta - Hati-hati! Perampok bersenjata api kembali berkeliaran. Bahkan mereka nekat melakukan aksinya di siang bolong. Pegawai Depnakertrans menjadi salah satu korbannya. STNK, SIM, lima kartu ATM dan uang ratusan ribu pun melayang.Peristiwa menakutkan itu terjadi di depan kompleks Slipi, Kelurahan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta, Selasa (22/11/2005) pukul 12.00 WIB kemarin. Korban, Elya (37) saat itu baru saja selesai mengambil uang di BCA, di Jalan, Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan. Nah dalam perjalanan menuju kantornya di Jalan Gatot Subroto itu, tiba-tiba dua orang tak dikenal memepet mobil Elya, saat lampu merah. Tak dinyana kedua orang itu menodongkan senjata api. Dooor! Door! Dua kali tembakan terdengar, untung baru tembakan ke udara. Setelah tembakan itu, perampok lantas memukul kaca mobil Elya sampai pecah. Mereka lantas meminta uang. Dengan ketakutan, Elya pun memberikan dompetnya kepada perampok. Di dompet itu terdapat uang Rp 300 ribu, dua kartu ATM BCA, satu ATM Mandiri, satu ATM Permata, satu ATM BNI, STNK mobil, SIM A dan KTP. Untunglah saat itu ada mobil patroli yang berisi tiga polisi wanita (Polwan) dari Polda Metro Jaya melintas. Melihat kejadian itu, dua Polwan turun dari mobil. Namun para perampok kembali menembakkan senjata api. Para Polwan pun kembali ke mobil, membunyikan sirine dan melaporkan kasus itu ke Polda. Di tengah suara sirine yang meraung-raung itu, perampok pun kabur. Uang Rp 21 juta yang diambil Elya dari BCA akhirnya selamat. "Polisi telah meminta keterangan dan melakukan olah TKP," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (23/11/2005).Kasus itu kini ditangani Polsektro Pancoran. Polisi menyita satu butir proyektil peluru dan pecahan mobil sebagai barang bukti kejadian tersebut.
(iy/)











































