Ditolak di Bojong, Pemprov DKI Siapkan 4 TPST Baru
Rabu, 23 Nov 2005 12:26 WIB
Jakarta - Setelah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bojong, Bogor, ditolak warga sekitar, Pemprov DKI Jakarta akhirnya menyiapkan 4 TPST bagi warganya. 4 TPST itu disiapkan di 4 wilayah Jakarta, yakni Marunda, Pulogebang, Duri Kosambi, dan Ragunan.Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta Rama Boedi di sela pembahasan rencana aksi pengolahan sampah di Jakarta 2005-2015 di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (23/11/2005)."Dengan adanya 4 tempat pengolahan sampah tersebut, maka bisa menghemat biaya opersional yang mahal akibat kenaikan harga BBM," ujar Rama.Lahan yang disiapkan untuk setiap TPST itu, lanjutnya, tidak lebih dari 10 hektar, yang masing-masing tempat berkapasitas menampung sampah minimal 1.000 ton dan maksimal 1.500 ton.TPST tersebut tidak akan mengambil dana dari APBD DKI Jakarta. Hal ini karena adanya investor asing yang ikut berperan serta dalam pengolahan sampah di DKI Jakarta.Investor asing untuk TPST Duri Kosambi, Jakarta Barat adalah Keppel Seghers dari Singapura. Untuk TPST Ragunan, Jakarta Selatan adalah International Soluna dari AS, dan untuk TPST Pulogebang, Jakarta Timur adalah PT Jakarta Enviro dari Kanada. Sedangkan untuk TPST Marunda, Jakarta Utara belum ada investor asing yang berminat.Mengenai kemungkinan penolakan dari masyarakat seperti halnya TPST Bojong, ia meyakinkan TPST yang akan dibangun di 4 wilayah itu ramah lingkungan. "Karena ramah lingkungan, saya berkeinginan di sana nanti ada restoran dan kafe," katanya optimistis.Di tempat yang sama, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menyatakan, pihaknya masih berharap TPST Bojong bisa dijadikan pembuangan sampah bagi warga Jakarta."Saya ingin perlakuan yang fair. Ingin ada uji coba dulu di sana. Kalau negatif, dihentikan, tapi kalau positif, lanjutkan," tandas Sutiyoso.
(umi/)











































