Sistem Manajemen Ditjen Hubla Kini Berstandar Internasional

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 03 Jan 2020 19:27 WIB
Foto: Kemenhub
Jakarta - Dalam rangka meningkatkan manajemen mutu, kinerja, dan efisiensi Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Setditjen Hubla) Kementerian Perhubungan mengawali tahun 2020 ini dengan memperoleh Sertifikat ISO 9001:2015. Penghargaan tersebut diterima dari PT Lloyd's Register Indonesia yang telah melakukan audit terhadap kinerja di lingkungan Setditjen Hubla beberapa waktu lalu.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha mengatakan penyerahan sertifikat ini merupakan hasil di mana 2 minggu lalu telah dilakukan audit oleh PT Lloyd's Register Indonesia terhadap sistem manajemen mutu di Setditjen Hubla sesuai dengan ISO 9001:2015.

"Penyerahan Sertifikat ISO ini adalah hasil kerja bersama dan ini semata-mata untuk memudahkan pekerjaan kita juga," ujar Arif dalam keterangan tertulis, Jumat (3/1/2020).


"Alhamdulillah sesuai hasil audit tersebut tidak ada kekurangan yang major," tambahnya.

Sebelumnya, ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam penilaian sistem manajemen mutu (ISO 9001:2015) di Setditjen Hubla. Antara lain Pencanangan Penerapan Sistem Manajemen Mutu, Pelatihan Awareness Sistem Manajemen Mutu, Penyusunan Prosedur, Identifikasi Risiko, Penetapan Sasaran Mutu, Internal Audit, Tinjauan Manajemen dan Eksternal Audit. Selain itu, ada beberapa persyaratan yang harus diterapkan di setiap unit kerja dalam penilaian sistem manajemen mutu, yaitu ringkas, rapi, resik, rawat, rajin atau disingkat dengan 5R.

Adapun latar belakang penyerahan sertifikat Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001:2015) di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yaitu Reformasi Birokrasi dan Perbaikan Kinerja Lembaga.

Arif pun berharap Unit Pelaksana Tugas (UPT) dan kantor pusat dalam hal ini termasuk Direktorat juga dapat melakukan hal yang sama terutama dalam hal manajemen mutu ini agar bisa lebih tertata untuk memudahkan pekerjaan, serta agar lebih akuntabel, lebih transparan dan lebih sistematis.

"Saya minta para pimpinan untuk terus dipantau untuk mempertahankan ini dan kita semakin waktu semakin meningkat keteraturannya sehingga nanti di ruangan yang baru lebih tertata dengan baik," ungkap Arif.


Sebagai informasi, ISO (International Organization for Standardization) adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara. Sedangkan ISO 9001 merupakan standar internasional di bidang sistem manajemen mutu. Suatu lembaga/organisasi yang telah mendapatkan akreditasi (pengakuan dari pihak lain yang independen) ISO tersebut, dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu produk/jasa yang dihasilkannya.

Adapun UPT di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang telah mendapatkan sertifikat ISO ini antara lain kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, serta kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Palembang.


Tonton juga Kemenhub Paling Banyak Dilaporkan soal Pungli, Ini Kata Budi :

[Gambas:Video 20detik]

(akn/ega)