Round-Up

Perairan Natuna Diklaim China, Militer Indonesia Kian Siaga

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Jan 2020 08:22 WIB
Foto ilustrasi tidak berhubungan langsung dengan berita: TNI (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Melintasnya kapal aparat (coast guard) dan kapal pencari ikan Negeri Tirai Bambu di Perairan Natuna berbuntut panjang. Kini militer Indonesia sudah menyiagakan alat tempur di laut dan udara di Natuna.

Republik Rakyat China menyatakan kawasan yang dilewati nelayan serta coast guard negaranya adalah wilayahnya sendiri. Batas wilayahnya adalah 9 Garis Putus-putus (9 Dash Line) yang dibikin sejak 1947.



Masalahnya, 9 Garis Putus-putus yang diklaim China sebagai batas teritorinya itu menabrak teritori negara lain, termasuk menabrak Perairan Natuna milik Indonesia.

Semua anak manusia tentu berharap damai. Upaya diplomasi dikedepankan. Merespons masuknya kapal pencari ikan dan coast guard Republik Rakyat China (RRC) ke Laut Natuna, Kementerian Luar Negeri RI sudah memanggil Duta Besar RRC untuk Indonesia. RI juga melayangkan nota protes ke Beijing pada 30 Desember 2019.

Perairan Natuna Diklaim China, Militer Indonesia Kian SiagaNine Dash Line atau 9 Garis Putus-putus yang diklaim China, menabrak Natuna milik RI. (Komunikasi China ke PBB 7 Mei 2009/www.un.org)

Simak Video "KKP Koordinasi ke Bakamla soal Kapal Asing Illegal Fishing di Natuna"


Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4