Round-Up

Menunggu Manuver Prabowo atas Klaim China di Natuna

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 02 Jan 2020 21:32 WIB
Prabowo Subianto (Andhika/detikcom)
Jakarta - Klaim China atas perairan Natuna membuat Indonesia bereaksi. Langkah koordinasi pun disiapkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto demi menjaga kedaulatan teritori Tanah Air.

Perdebatan soal perairan Natuna ini berawal dari pelanggaran Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang ditemukan pihak Indonesia. Nelayan China mencari ikan secara ilegal dan coast guard China masuk ke perairan Natuna. Kemlu RI kemudian memanggil Duta Besar China di Jakarta dan menyampaikan protes keras terhadap pelanggaran kedaulatan negara. Nota diplomatik juga disampaikan ke China.


Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China menyatakan perairan yang jadi perdebatan ini masih menjadi miliknya. Indonesia lalu kembali bereaksi.

Kemlu RI merilis siaran pers pada Rabu (1/1/2020), yang isinya adalah bantahan atas klaim China. Indonesia kembali menegaskan penolakannya terhadap klaim historis China di perairan Natuna. Menurutnya, klaim China adalah klaim sepihak (unilateral).

Terkait klaim China ini, Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar-Lembaga Menteri Pertahanan RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan sikap Prabowo terhadap perkembangan isu di perairan Natuna-Laut China Selatan.

"Sejalan dengan nota protes yang sudah dikirimkan oleh Menlu, dan Pak Prabowo seperti sudah menyampaikan pada pertemuan ADMM di Bangkok, menyatakan bahwa pembicaraan code of conduct (CoC) terkait sengketa Laut China Selatan harus dilakukan dan dituntaskan," kata Dahnil kepada wartawan, Kamis (2/1/2020).