Hari Pertama 2020, Menhub Tinjau Terminal Harjamukti

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Rabu, 01 Jan 2020 16:57 WIB
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Membuka lembaran baru di 2020, pada hari pertama tahun ini, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi meninjau penyelenggaraan angkutan Nataru (Natal dan Tahun Baru) di Terminal Harjamukti Cirebon.

"Tujuan kunjungan di Terminal Harjamukti ini, pertama kali adalah memastikan para penumpang merasa nyaman menggunakan bus," kata Budi dalam keterangan tertulis, Rabu (1/1/2020).

Menurutnya para penumpang bus memiliki karakter khusus yakni masyarakat yang fanatik menggunakan bus. "Memang kelebihan bus ini adalah point to point, seperti misalnya yang mau ke Merak, atau ke Probolinggo mereka lebih suka menggunakan bus," ungkapnya.

Untuk meningkatkan kembali animo masyarakat, Kementerian Perhubungan terus melakukan perbaikan ataupun meningkatkan kualitas pelayanan terminal bus.

"Dalam rangka meningkatkan kualitas terminal, maka kita mengembangkan terminal menggunakan dana APBN dan juga investor swasta melalui konsep KPBU (Kerja sama Pemerintah - Badan Usaha) untuk membangun pusat komersial," ujarnya.

Di Cirebon terdapat sentra industri batik, diharapkan pengembangan area komersial di Terminal Harjamukti Cirebon dapat mendukung industri maupun perekonomian masyarakat sekitarnya.

"Kita harapkan ini juga bisa jadi tujuan wisata, sehingga bisa menjadi pusat interkoneksi antarkabupaten, bahkan antara-Kota Cirebon dengan kota yang lain," paparnya.

Terkait keselamatan transportasi, Budi mengatakan bahwa keselamatan merupakan yang utama dalam transportasi. Di Terminal Harjamukti pun telah dilakukan ramcheck terhadap bus-bus yang masuk untuk memastikan bahwa kendaraan tersebut laik jalan.

"Bus-bus yang masuk ke Harjamukti ini sudah laik, tapi saya selalu ingatkan kepada petugas agar tidak pilih kasih, lakukan tindakan tegas apabila ada bus yang tidak laik jalan," ungkapnya.

Menyinggung perihal banjir yang menggenang di Tol Cipali km 136 pada sore kemarin (31/12/2019), ia mengatakan pihaknya melalui Ditjen Perhubungan Darat bersama Kementerian PUPR sedang menginventarisasi apa penyebabnya.

"Nah kalau tahu apa penyebabnya, segera diselesaikan dan antisipasi agar tidak terjadi lagi di masa mendatang," kata Budi.

"Hari-hari ke depan ini tim kita juga akan menyisir penyebabnya apa agar pada saat puncak arus balik (Nataru), hari ini dan nanti tanggal 5 (Januari 2020), tidak terjadi stagnasi," lanjutnya.

Dalam kunjungan tersebut, Budi Karya didampingi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi beserta jajaran, antara lain Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Risal Wasal; Direktur Angkutan Jalan, Ahmad Yani; dan Kasubdit Dalops, Marwanto Heru Santoso.


Tonton juga KA Bandara Adi Soemarmo Beroperasi, Gratis Selama 2 Bulan :

[Gambas:Video 20detik]



(mul/mpr)