Puteh Bayar Utang Hasil dari Utang
Rabu, 23 Nov 2005 07:38 WIB
Jakarta - Ini seharusnya menjadi pelajaran penting bagi para pejabat di negeri ini. Buat apa korupsi kalau hanya menyusahkan diri sendiri dan keluarga. Selain menanggung malu, keluarga juga harus pontang-panting mencari uang membayar uang pengganti korupsi.Inilah yang agaknya dialami oleh mantan Gubernur NAD Abdullah Puteh tersangkut kasus korupsi pembelian pesawat helikopter buatan Rusia itu. Betapa tidak, untuk membayar uang ganti rugi sebesar Rp 6,564 miliar keluarga Puteh harus mencari pinjaman dengan menggadaikan tanah seluas 1900 meter di kawasan Cipete.Tanah itu telah digadaikan oleh keluarganya sebesar Rp 7 miliar. Puteh berencana menyerahkan uang pengganti itu ke negara lewat Bank Mega pada Rabu (22/11/2005) ini pukul 11.30 WIB. Pembayaran ini dilakukan setelah Puteh menundanya dengan alasan belum siap."Menurut Linda (Marlinda Purnomo, istri Abdullah Puteh) yang menghubungi saya, hari ini jam 10.30 uangnya akan diserahkan lewat Bank Mega cabang Trans TV. Dia meminjam uang Rp 7 miliar dengan jaminan tanah di Cipete seluas 1900 meter persegi," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus Puteh, Yessy Esmeralda kepada detikcom melalui telepon, Selasa (22/11/2005).Yessy akan ikut hadir untuk membantu meyakinkan pihak Bank. Menurutnya, uang Rp 7 miliar ini akan digunakan untuk membayar denda sebesar Rp 500 juta dan uang ganti rugi sebesar Rp 6,5 miliar dari total Rp 6,564 miliar. Karena masih tersisa Rp 64 juta Puteh telah meminta agar rekeningnya di sejumlah bank yang tengah diblokir kembali dibuka. "Dengan membayar utangnya, kita bisa membuka lagi rekening Puteh yang diblokir," tambahnya.Bagaimana jika nanti Puteh kembali ingkar janji? Apa boleh buat, JPU telah berencana untuk menyita langsung harta Puteh. Namun, Yessy mengatakan bahwa proses penyitaan akan membuat proses pengembalian uang kepada negara menjadi lama karena harus melalui proses lelang. Agar bisa mendapatkan uangnya secara langsung, JPU memberikan toleransi penundaan 1-2 hari saja. "Artinya besok pun merupakan batas toleransi JPU untuk Puteh," katanya."Ya memang besok, habis mau bagaimana. Kita sudah capek dibohongi," ujar Yessy sambil tertawa.
(mar/)










































