Di Penghujung Tahun, Pemprov Jatim Fokus Matangkan Fondasi Big Data

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 17:51 WIB
Foto: Pemprov Jatim
Jakarta - Jelang akhir tahun 2019, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemerintah Provinsi Jawa Timur fokus melakukan pematangan fondasi sistem Big Data dengan melaksanakan integration testing. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak berharap big data akan menjadi terobosan untuk memanfaatkan potensi penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dengan ketersediaan data yang melimpah.

"Kita akan bergerak menuju analisa data lintas sektoral. Sebagai contoh, data kemiskinan dari dinas sosial akan bisa dianalisa dengan data kesehatan dan data pendidikan, untuk melakukan penanganan yang komprehensif namun efisien dalam isu-isu strategis seperti stunting," ujar Emil dalam keterangan tertulis, Selasa (31/12/2019).

Menurut Emil, pemerintahan sebelumnya di era Pakde Karwo-Gus Ipul sudah mulai merintis inisiatif Big Data, dan pada 2019, pemerintahan Khofifah-Emil fokus kepada pematangan fondasi Big Data, salah satunya dengan mengembangkan Data Lake.


"Data Lake ini ibaratnya wadah untuk menanam hidroponik, kalau media tanamnya tidak tepat, diberi bibit juga tidak akan tumbuh. Kami saat ini fokus membenahi wadah tanamnya, sehingga saat disemai dengan bibit data-data yang bervariasi format dan sumbernya, kita bisa memanfaatkan artificial intelligence atau kecerdasan buatan untuk melakukan analisanya," jelas Emil.

Untuk ke depannya, lanjut Emil, Big Data akan mulai diuji coba untuk analisa data berbasis machine learning dan data mining, yang merupakan bentuk pemanfaatan kecerdasan buatan. Metode ini akan memungkinkan unstructured data query, di mana bentuk data dalam format yang bervariasi seperti data visual, artikel berita, dapat turut digali atau di-crawling. Karenanya, Emil menekankan pentingnya Pemprov menjadi perintis penerapan Big Data.

"Kami meyakini, apabila Pemprov menjadi yang terdepan dalam menerapkan teknologi informasi terbaru, maka kita akan semakin cepat mewujudkan smart society atau masyarakat yang semakin maju dalam memanfaatkan teknologi informasi. Untuk mengembangkan berbagai macam analisa, kita perlu formulasikan use case, ini bisa dengan melibatkan komunitas Big Data yang ada di Jawa Timur," pungkasnya.


Sebagai informasi, sebelumnya Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, pada masa awal pemerintahannya, pernah menyatakan di rapat paripurna DPRD untuk komitmen mewujudkan Big Data untuk mempertajam formulasi kebijakan Pemprov. Pada kesempatan yang sama, Khofifah telah menugaskan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, untuk turut fokus mengawal pengembangan Big Data. (akn/ega)