Skandal Bisnis Mobil Rental
Militer Ikut Jadi Korban
Rabu, 23 Nov 2005 05:47 WIB
Bandung - Kasus skandal bisnis mobil rental terus bergulir. Korbannya ternyata tidak hanya orang sipil kebanyakan. Puluhan anggota militer juga ikut jadi korban penipuan dalam bisnis otomotif ini.Tak tanggung-tanggung dana yang disetorkan oleh para anggota militer ini lumayan banyak. Mereka menyetorkan dananya tak kurang dari mulai Rp 15 - 50 juta kepada PT SCP. Hal ini diungkapkan kuasa hukum puluhan anggota militer itu, Johnson Siregar. Menurutnya, PT SCP telah membohongi surat perjanjian antara PT SCP dengan anggota militer. Salah satunya, perihal jaminan kendaraan yang diberikan oleh PT SCP kepada anggota militer."Yang kita bela adalah hak-hak perdata dari anggota militer itu. Kita menjamin kendaraan yang berada di tangan klien kami masih utuh. Kalau dipindahtangankan lagi muncul kasus pidana pada klien kami. Kendaraan bisa di cek," ungkap Johnson Siregar kepada detikcom saat ditemui di kantornya Jalan Riau, Selasa (22/11/2005) di Bandung.Menurutnya, hingga saat ini dirinya masih melakukan pendataan berapa banyak kendaraan yang berada di tangan anggota militer tersebut. Diperkirakan PT SCP ini telah melakukan dugaan penipuan dan penggelapan kendaraan rental hingga 386 unit.Kendaraan ini di duga kini telah berada di tangan puluhan anggota militer tersebut. Perhitungan sementara jumlah kerugian yang dialami oleh anggota militer sebesar Rp 2, 97 miliar."Istri klien kami banyak yang stres. Uangnya juga hasil pinjaman dari bank. Telepone dari bank sering minta setoran pembayaran. Jadi sama-sama tertekan," ungkapnya. Menurutnya dari hasil dana yang ditanamkan ke PT SCP kebanyakan anggota militer ini mendapatkan fee sebesar Rp 700 Ribu tiap bulannya. Salah satu jaminan dana anggota militer ini aman, PT SCP memberikan jaminan berupa kendaraan hasil menyewa dari puluhan pengusaha rental itu. Kasus ini sendiri menurutnya tengah diselidiki oleh Pomdam III Siliwangi. Pomdam III Siliwangi menyelidiki perihal dugaan adanya pelanggaran disiplin anggota militer atas kasus keterlibatan penipuan dan penggelapan yang dilakukan PT SCP. "Saya mendesak juga agar PT SCP ini segera mengembalikan modal dan fee terhadap klien kami. Kita tunggu persidangan ini saja. Kalau terbukti melakukan penipuan. Kita akan laporkan juga bahwa klien kami juga sama-sama tertipu," ungkapnya.
(mar/)











































