Pengamat Nilai OPM Tak Bisa Masuk Daftar Teroris Internasional

Faiq Hidayat - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 09:27 WIB
Foto: DokKelompok Kriminal Separatis Bersenjata membakar rumah sakit
Jakarta - Pengamat militer, Mufti Makarim tidak sependapat dengan eks Kepala BIN AM Hendropriyono yang meminta Organisasi Papua Merdeka (OPM) dimasukkan ke daftar teroris internasional. Sebab serangan OPM berhadapan dengan TNI-Polri.

"Relasi mereka spesifik kan, mereka serangan kombatan berhadapan dengan TNI-Polri. Sementara serangan teroris biasa instansi pemerintah dan simbol negara serta ruang publik, kalau ini bisa dilokasir gangguan keamanan," kata Mufti Makarim kepada wartawan, Selasa (31/12/2019).



Menurut Mufti, tidak bisa dinilai penduduk atau wilayah Papua sebagai kelompok separatis. Oleh sebab itu tidak mudah menjadikan kelompok OPM didaftarkan teroris Internasional.

"Karena kita tidak ingin melakukan generalisasi bahwa seluruh wilayah atau penduduk tersebut (Papua) merupakan kelompok separatis. Itu menjadi tidak mudah kalau ingin melakukan stigmasisasi kelompok teroris internasional karena pada dasarnya ada persoalan berdampak reaksi dan di Jakarta," jelas dia.

"Kita khawatir kalau tidak bisa diselesaikan dengan arif dan bermartabat, lalu kemudian serta merta distigmasisasi kelompok teror tentu akan berdampak mengerasnya hubungan antara Jakarta dan Papua," sambung dia.



Aksi Teror yang Mengguncang Indonesia di Tahun 2019:


Selanjutnya
Halaman
1 2