Prajurit TNI yang Gugur Ditembak KKB Papua Diberi Kenaikan Pangkat

Jabbar Ramdhani, Saiman - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 07:49 WIB
Ilustrasi TNI patroli perbatasan (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Timika - Serda Miftachur Rohmat yang gugur ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat bertugas di Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) diberi kenaikan pangkat. Atas jasanya pangkat anggota Yonif 713/ST itu dinaikan pangkatnya setingkat lebih tinggi menjadi sertu anumerta.

"Ya, (dinaikkan menjadi) sertu anumerta," kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel CPL Eko Daryanto lewat pesan singkat, Selasa (31/12/2019).

Jenazah prajurit TNI tersebut telah diterbangkan ke kampung halamannya di Demak, Jawa Tengah, pada pukul 07.00 WIT. Jenazah Miftachur akan dimakamkan di kampung halamannya.


"Sudah dikirim tadi pagi ke Demak, Desa Dempol Sukuh Genatan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Demak," Kata Eko.

Sebelum pemberangkatan, dilakukan upacara penghormatan terakhir oleh jajaran anggota TNI yang dipimpin langsung oleh Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab.

Diberitakan sebelumnya, baku tembak terjadi antara anggota Yonif 713/ST yang bertugas di Pos Bewan Baru dan KKB. Saat itu anggota TNI sedang mengambil logistik di Pos Kaliasin.


Prajurit TNI yang gugur ialah yakni Serda Miftachur Rohmat, yang bertugas sebagai Wadan Pos Bewan Baru. Sedangkan prajurit yang terluka akibat baku tembak adalah Prada Juwandhy Ramadhan. Prada Juwandhy mengalami luka tembak pada pelipis kanan dan pinggang kiri.

Baku tembak anggota TNI dengan KKB dilaporkan terjadi pada Senin (30/12) pukul 10.30 WIT selama 15 menit.



Tonton juga video Undang Menteri Hingga Panglima, Mahfud Gelar Rapat Bahas Situasi Papua:

[Gambas:Video 20detik]

Halaman

(jbr/fai)