Mensos Juliari Maknai Natal sebagai Refleksi Diri

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 30 Des 2019 22:46 WIB
Foto: Digi Nusantara
Jakarta - Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengatakan Natal bukan hanya sekadar perayaan, tapi punya makna dalam secara personal. Bagi dirinya, Natal adalah suatu kombinasi antara hari besar keagamaan dan refleksi diri.

"Natal saya gunakan sebagai refleksi selama setahun. Apa yang sudah saya lakukan sebagai umat Kristen dalam setahun itu. Apakah, bermanfaat bagi orang banyak di dalam pekerjaan kita, dan lainnya," ujar Juliari dalam keterangan tertulis, Senin (30/12/2019).

Walaupun hari Natal telah lewat, namun dirinya mengatakan sebagai warga yang hidup di negara dengan suku dan agama yang beragam, perayaan hari besar keagamaan baiknya dirasakan oleh semua masyarakat. Maka, ia pun mengajak agar setiap masyarakat menghargai perbedaan dan merayakan perbedaan.


"Bila berhasil ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, saya yakin Indonesia menjadi tempat tinggal yang lebih baik bagi semua orang," katanya.

Pada Hari Raya Natal, Juliari bersama keluarga pergi ke gereja untuk ibadah selanjutnya berkunjung ke rumah orang tua pada 25 Desember. Meski tradisi tukar kado selalu dipertahankan.

Juliari pun menyiapkan beberapa hadiah untuk diberikan kepada istri dan dua anaknya. Walaupun diakui Juliari yang menyiapkan kado tersebut sebenarnya adalah istrinya.

"Yang menyiapkan istri saya, saya cuma menukar-nukar saja," kata Juliari.

Di sisi lain, Politikus PDI Perjuangan mengaku ada perbedaan perayaan Natal saat dirinya didapuk menjadi menteri oleh Presiden Joko Widodo. Mantan anggota DPR RI ini mengaku, saat ini dirinya perlu mengadakan open house untuk pejabat-pejabat di kementerian, mitra-mitra usaha, dan masyarakat.

"Pasti beda, dulu saya di DPR RI biasanya tidak terlalu banyak acara resmi dan lebih banyak dengan keluarga. Sekarang, saya lakukan open house pada 25 Desember malam. Itu yang membedakan ada open house yang sebelumnya enggak pernah dilakukan," tutur Juliari.


Open house diisi dengan acara silahturahmi, makan-makan, dan sedikit hiburan musik. Soal makanan spesial yang dihidangkan saat perayaan Natal, mantan pengusaha ini mengaku semua makanan adalah makanan spesial.

"Saya makan apa saja, buat saya semua makanan itu makanan khusus. Biasanya simple, ada lontong dan opor. Mungkin ya saat Natal ini saya makan agak lepas atau bebas makan. Buat saya every food is specially food," pungkasnya. (akn/ega)