Kapolda Kepri: Kejahatan Konvensional Masih Meningkat Selama 2019

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 30 Des 2019 20:00 WIB
Irjen Andap Budhi Revianto. (Foto: Audrey Santoso-detikcom)
Batam - Kejahatan konvensional di wilayah hukum Kepulauan Riau (Kepri) masih meningkat di tahun 2019. Untuk kejahatan transnasional terjadi penurunan.

"Untuk kasus kejahatan konvensional masih menonjol di wilayah hukum Kepri selama tahun 2019 dibanding tahun 2018," kata Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi dalam jumpa pers akhir tahun, di Mapolda Kepri di Batam, Senin (30/12/2019).

Andap menjelaskan, kejahatan konvensional pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih meningkat. Curanmor pada tahun 2019 sebanyak 398 kasus. Ini terjadi peningkatan dibanding tahun 2018 sebanyak 328 kasus.

"Untuk curanmor terjadi kenaikan sebanyak 53 kasus dibanding tahun sebelumnya," kata Andap.



Selanjutnya, untuk kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di tahun 2019 sebanyak 294 kasus. Terjadi kenaikan 40 kasus dari tahun 2018 sebanyak 254 kasus.

"Untuk kasus pencurian dengan kekerasan tahun ini sebanyak 95 kasus atau naik 9 kasus dari tahun sebelumnya 85 kasus," kata Andap.

Kasus perjudian di tahun 2019, lanjut Andap, terjadi penurunan di tahun 2019 hanya 33 kasus, sedangkan tahun 2018 sebanyak 61 kasus. Untuk kasus pembunuhan ada 2 kasus sedangkan tahun 2018 nihil.

Untuk kejahatan transnasional, sambungnya, selama tahun 2019 sebanyak 382 kasus. Ini menurun 32 kasus dibanding tahun 2018 sebanyak 414 kasus.

"Total tindak pidana selama tahun 2019 sebanyak 3.330 kasus atau turun 55 kasus dibanding tahun 2018 sebanyak 3.385 kasus," kata Andap.



Khusus kejahatan kekayaan negara alias korupsi, di tahun 2019 ada 41 kasus sedangkan tahun 2018 sebanyak 46 kasus. Pada kecelakaan lalu lintas, sepanjang tahun 2019 dengan korban meninggal dunia ada 189 orang. Ini terjadi penurunan jika dibanding tahun sebelumnya ada 216 korban tewas.

"Kami sampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat jika di dalam memberikan pelayanan masih terdapat kekurangan dan ketidaksempurnaan. Ke depan kami akan terus berupaya memperbaiki serta meningkatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat sehingga dapat lebih profesional, modern dan terpercaya," tutup Andap. (cha/idn)