Dubes Timur Tengah Gerah Dikabarkan Danai Teroris di RI
Selasa, 22 Nov 2005 18:20 WIB
Jakarta - Para duta besar dari negara Timur Tengah mengaku gerah dengan pernyataan anggota DPR yang menyebutkan ada diplomatnya yang turut mendanai aksi terorisme di Indonesia. Mereka pun akan minta klarifikasi ke Deplu.Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI Urusan Luar Negeri Amris Hasan kepada wartawan saat menyampaikan pendapat para duta besar atas penyataan anggota DPR dari FPDIP Effendi Simbolon di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (22/11/2005)."Beberapa Dubes Arab menyatakan keresahannya atas pernyataan itu. Kalau ada pernyataan seperti itu, seyogianya Deplu saja yang memanggil mereka. Tidak perlu dipublikasikan, karena mereka adalah para pejabat perwakilan negara-negara di Timur Tengah," kata Amris yang juga anggota Fraksi PDIP.Menurutnya, para diplomat itu mempertanyakan dan meminta klarifikasi mengenai siapa yang dimaksud saat bertemu dengan dirinya dalam sebuah acara.Dikatakan Amris, pernyataan itu sudah dibuktikan oleh pernyataan Kapolri mengenai tidak adanya keterlibatan diplomat. Oleh sebab itu dirinya berharap setiap pernyataan yang disampaikan oleh anggota DPR yang berkaitan dengan hubungan luar negeri dilakukan secara hati-hati agar tidak mempengaruhi hubungan kerjasama yang selama ini sudah terjalin dengan baik.Apalagi negara-negara di Timur Tengah selama ini dinilai cukup baik kerjasamanya dengan Indonesia, baik dalam program bantuan penanganan bencana maupun lainnya."Meski anggota DPR mempunyai hak menyatakan pendapat, namun harus bertindak dewasa dan menahan diri sampai menemukan bukti yang kuat, terutama kalau berkomentar tentang negara lain. Apa kita tidak marah kalau negara kita dikatakan sebagai sarang teroris oleh orang luar," cetusnya.Hal yang sama juga diungkapkan Anggota Komisi I DPR Ade Daud Nasution. Menurutnya, setelah pertemuan dirinya dengan duta besar dari Timur Tengah di Kedubes Turki, para dubes merasa resah dengan pernyataan wakil rakyat tersebut.Agar tidak menjadi preseden buruk, pemerintah Indonesia melalui Deplu harus melakukan klarifikasi, karena bagaimana pun, diplomat yang dikirim oleh masing-masing negara merupakan pejabat negara yang harus dihormati.Para dubes juga berencana mengklarifikasi masalah itu ke Deplu. "Mereka merasa kaget dan resah," ujarnya.
(san/)











































