Ahmad Dhani Tulis Buku Sejarah Nasional 2012-2019: Publishernya Fadli Zon

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 30 Des 2019 16:45 WIB
Foto: Ahmad Dhani (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta - Politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani mengaku menulis buku selama dipenjara karena kasus ujaran kebencian. Buku itu segera terbit dan publisher atau penerbitnya adalah koleganya di partai, Fadli Zon.

"Buku iya. Jadi saya memang berniat, kan selama saya kan bukan diputus bebas di Surabaya, putusan percobaan 6 bulan. Jadi selama 6 bulan harus mendekam di dalam rumah, hotel, vila," kata Ahmad Dhani di kediamannya, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (30/12/2019).


Ahmad Dhani sudah punya konsep buku yang ditulisnya. Dia akan menuliskan sejarah nasional Indonesia dari 2012-2019.

"Dan dalam masa 6 bulan mau saya menyelesaikan konsep buku, yaitu sejarah nasional Indonesia 2012 sampai 2019. Saya mau bikin sejarah 2012 sampai 2019, Mas Fadli sudah bersedia jadi publisher," kata Ahmad Dhani.


Dhani menceritakan caranya mendapatkan bahan untuk buku yang ditulisnya ini. Dia mengaku banyak mengutip pemberitaan nasional.

"Itu fakta, bukan riset lagi. Saya banyak mencari data dari online-online mainstream terkemuka. Jadi berita-berita banyak saya mengutip dari online, dulu belum ada online, mau nulis sejarah agak rumit, harus cari serat-serat itu ini yang belum tentu kredibel. Kalau saya sekarang lebih mudah karena sekarang lebih mudah datanya terekam digital," tutur Dhani.


Pentolan Dewa 19 itu punya alasan sendiri mengapa menulis tentang sejarah Indonesia periode 2012-2019. Menurutnya, banyak peristiwa politik penting dalam kurun waktu tersebut.

"Saya rasa ada sesuatu yang berubah di antara 2012-2019. Menurut saya itu peristiwa penting dalam politik Indonesia," kata Dhani.

"Baca bukunya aja," ucap Dhani saat ditanya perubahan politik apa yang dimaksud.


Tonton juga Bebas, Dhani: Saya Tetap Dukung Prabowo Presiden di Masa Depan :

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/fjp)