Tahun 2019, BPOM Serang Bongkar 12 Kasus Obat-Kosmetik Senilai Rp 4 M

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 30 Des 2019 14:35 WIB
Rilis BPOM Serang (Bahtiar Rifai/detikcom)
Serang - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang mengungkap 12 perkara kejahatan obat dan kosmetik ilegal di Banten sepanjang 2019. Total nilai ekonomis obat dan kosmetik itu senilai Rp 4 miliar.

Kepala BPOM Serang Sukriadi Darma menyebutkan ada 12 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah ARS, SFR, JKC, HDR, SLM, PJI, YTT HDR, DRS, ARS, ARB, dan SYM. Dari ke-12 orang ini, disita 306 item obat dan makanan ilegal senilai Rp 4 miliar.

"Kasus ini mulai dari kosmetik, pangan seperti mi berformalin, terasi mengandung rhodamine dan yang melakukan penjualan kefarmasian tanpa kewenangan," kata Sukriadi dalam jumpa pers di kantor BPOM Serang, Jl Syekh Nawawi Albantani, Senin (30/12/2019).


BPOM Serang juga menemukan modus penjualan kosmetik yang menyasar pasar online. Penjualan model ini, katanya, mendominasi, khususnya untuk penjualan kosmetik, termasuk dengan aplikasi We Chat.

"Modusnya bahwa kosmetik ini bisa membuat mulus, cantik secara instan, padahal tidak ada senyawa itu yang sifatnya instan," ungkapnya.

Selain penindakan, BPOM Serang melakukan pengawasan atas 226 produksi dan 820 distribusi obat dan makanan. Bidang pengawasan bahkan menyita 18.638 obat dan makanan yang tidak memiliki izin edar dengan nilai Rp 281 juta.



Tonton juga video Oknum Polri Diciduk Karena Bekingi Pengeboran Minyak Ilegal:

[Gambas:Video 20detik]

(bri/fdn)