Perjuangan Hakim Agung 'Bernilai' Rp 16 Triliun Melawan Tumor Lidah

Jefrie Nandy Satria, Andi Saputra - detikNews
Senin, 30 Des 2019 08:31 WIB
Foto: Hakim agung Prof Takdir Rahmadi (ari/detikcom)
Jakarta - Hakim agung Prof Takdir Rahmadi tetap bekerja meski hidungnya masih terlilit selang yang dipakai untuk memasukkan makanan. Sudah tiga bulan ini ia berjuang melawan tumor yang bersarang di lidahnya. Siapakah Takdir?

"Tumor lidah, dari sini (menunjuk ke area mulutnya) terus dipotong. Ini kan luka belum bisa memakan. Mungkin bulan-bulan Januari akhir atau Februari awal dilepas. Kalau mau makan, diblender," kata Takdir Rahmadi.


Dia mengatakan selang tersebut menjadi alat bantunya mengonsumsi makanan. Makanan yang dikonsumsi harus terlebih dulu dihaluskan sebelum dicerna melalui selang.

"Sejak saya masuk rumah sakit. Sejak bulan Juli. Saya masuk rumah sakit bulan Juli, dipasangi itu, makanan lewat sini sama lewat infus. 4 Oktober keluar (dari rumah sakit). Tapi ini kan masih banyak luka di dalamnya. Kalau luarnya sudah bersihkan, sudah clear. Tapi dalamnya masih sakit akibat pembakaran, 34 hari diselang," ujar Takdir.

Dalam catatan detikcom, Senin (30/12/2019), Takdir merupakan hakim agung jalur nonkarier. Dulunya, ia merupakan Guru Besar Universitas Andalas (Unand) Padang, di bidang hukum lingkungan. Perjuangan membela keberlangsungan lingkungan tidak hanya dilakukan Takdir saat di dalam kampus, tetapi juga aktif dalam kegiatan penguatan lembaga swadaya masyarakat di Pusat Hukum Lingkungan Indonesia (Indonesian Center for Environmental Law/ICEL).

Perjuangan Hakim Agung 'Bernilai' Rp 16 Triliun Melawan Tumor LidahFoto: Hakim agung Prof Takdir Rahmadi (ari/detikcom)

Mantan Dekan FH Unand itu mulai menjadi hakim agung sejak 2009. Usai memakai jubah emas hakim agung, Takdir menjadi wakil Koordinator Tim Reformasi Kehakiman. Kiprahnya itu mengantarkannya ke kursi pimpinan MA sebagai Ketua Muda MA bidang Pembinaan pada 2014 hingga saat ini.
Selanjutnya
Halaman
1 2