Bush Pernah Berencana Ngebom Al-Jazeera
Selasa, 22 Nov 2005 16:05 WIB
Jakarta - Presiden AS George W Bush pernah berencana mengebom stasiun televisi pan-Arab, al-Jazeera. Rencana tersebut dibeberkan surat kabar Inggris, Daily Mirror, yang mengutip sebuah memo Downing Street yang ditandai sebagai "Top Secret".Dokumen super rahasia itu berupa lima lembar transkrip pembicaran antara Bush dan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair. Dalam transkrip itu, Blair berbicara dengan Bush mengenai serangan militer terhadap stasiun al-Jazeera.Demikian diungkapkan sumber-sumber yang dirahasiakan identitasnya kepada harian Inggris tersebut, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/11/2005).Pembicaraan kedua figur itu terjadi saat kunjungan PM Blair ke Washington, AS pada 16 April 2004. Saat itu Bush berkeinginan menyerang markas besar televisi satelit di Doha, Qatar itu. Namun Blair mengkhawatirkan serangan bom itu akan menimbulkan serangan-serangan balasan."Memo itu eksplosif dan sangat merugikan Bush. Dia memperjelas bahwa dirinya ingin mengebom al-Jazeera di Qatar dan di tempat lainnya. Blair menjawab bahwa itu akan mendatangkan masalah besar," ujar sumber tersebut kepada Mirror.Sumber lainnya mengutarakan, "Bush benar-benar serius, seperti halnya Blair. Itu sangat jelas dari bahasa yang digunakan kedua orang itu."Juru bicara Kantor PM Blair di Downing Street menolak untuk mengomentari isu ini. "Kami tidak ada yang perlu dikatakan soal cerita ini. Kami tidak berkomentar atas dokumen yang bocor," tandasnya.Namun seorang pejabat pemerintah Inggris yang dimintai komentarnya oleh Mirror, mengatakan bahwa ancaman Bush itu hanya "humor, tidak serius".Hmmm...manakah yang benar?
(ita/)











































