Situs 'Teroris' Anshar.Net Akan Diblokir Polri

Situs 'Teroris' Anshar.Net Akan Diblokir Polri

- detikNews
Selasa, 22 Nov 2005 15:45 WIB
Denpasar - Polri akan memblokir situs Anshar.Net yang disebut-sebut sebagai situs milik jaringan teroris Dr Azahari Husin dan Noordin M Top.Sementara situs yang berisi artikel tentang jihad, dalil-dalil dan berbagai taktik melawan AS dan sekutunya ini sudah tidak bisa diakses lagi."Saat ini Polri berusaha melakukan pemblokiran terhadap website tersebut. Itu tidak gampang, dan Polri sedang mengupayakan itu," kata Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika di kantornya, Jalan WR Supratman, Denpasar, Bali, Selasa (22/11/2005).Pastika juga memastikan bahwa situs Anshar.Net dibuat oleh tersangka bom Bali II Abdul Azis atas permintaan seseorang yang berinisial CY. "Abdul Azis mengakui kalau situs itu dia yang buat," ujar Pastika.Catatan detikcom, situs Anshar.Net tidak bisa diakses lagi sejak Sabtu sore (19/11/2005). Sebelumnya, pada Jumat sore, situs tersebut masih bisa diakses. Saat dilacak, semula servernya di Bolton, Inggris, kemudian pindah ke Israel.Dalam situs yang dinamakan Anshar El Muslimin itu terpampang diagram mengenai bagaimana caranya menembak warga AS dan sekutunya di jalanan atau jembatan penyeberangan, atau melemparkan granat ke pengendara mobil yang sedang terjebak macet di Jakarta.Situs itu juga menyarankan pembunuhan bisa dilakukan di wilayah Kuningan, Jakarta, utamanya di jalan-jalan atau jembatan penyeberangan. Wilayah yang disarankan termasuk Kedubes Australia, Mal Ambasador, dan Hotel JW Marriott.Akibat situs tersebut, tiga negara mengeluarkan travel warning ke Indonesia, yakni AS, Inggris, dan Australia.Pastika juga menuturkan, dalam pemeriksaan terhadap tiga tersangka bom Bali II, yakni Abdul Azis, Muhammad Cholili dan Anif Zulchanuddin, beberapa keterangan baru terungkap.Misalnya keterangan Abdul Azis. Ia mengaku mengenal Azahari dan Noordin pada bulan Juli 2005. Ia juga mengetahui bahwa keduanya masuk daftar pencarian orang (DPO) karena harus bertangung jawab atas peledakan bom Bali II di Kuta dan Jimbaran. "Saat ini penyelidikan terhadap Abdul Azis masih berlangsung," kata Pastika.Sementara untuk Cholili disalahkan karena menyembunyikan Azahari dan Noordin. Cholili mengaku kenal dengan Azahari dan Noordin pada Mei 2005. "Dia tahu DPO, tapi nggak mau lapor ke polisi. Alasan Cholili, dirinya ada ikatan janji-janji. Cholili masuk anggota JI tahun 1999," tutur Pastika. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads