Kunker ke China, Menaker Ajak Investor Perkuat Investasi Energi RI

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 28 Des 2019 17:53 WIB
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah melakukan kunjungan kerjanya ke Shanghai Electric Power Construction (SEPC) dan Shanghai University of Electric Power (SUoEP) di China. Lawatannya ini bertujuan untuk mengawal investasi asing khususnya di bidang energi listrik dan menjajaki potensi kerja sama bidang ketenagakerjaan.

Menurut Ida, saat ini kebutuhan akan energi listrik di Indonesia sangat tinggi sehingga membutuhkan berbagai sumber daya di antaranya dana dan manusia untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Karena itu, Indonesia sangat mendukung investasi Shanghai Electric Power Construction dalam pemenuhan kebutuhan energi listrik di Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/12/2019).


Kepada Deputi Manager Shen Gangyi dan jajaran Direksi SEPC, Ida mengatakan pemerintah RI memberikan apresiasi karena selama ini telah bekerja sama di bidang energi listrik dengan baik, termasuk menanamkan investasi ke Kawasan Deli Serdang, Sumatera Utara dan Bone sebagai kontraktor PLTU.

Dia menegaskan untuk mendukung investasi bidang energi listrik diperlukan tenaga-tenaga professional yang dapat mengisi jabatan-jabatan yang dibutuhkan di perusahaan-perusahaan.

"Karenanya, sangat diperlukan peran lembaga pelatihan/training center seperti SuoEP yang memberikan pelatihan bagi calon/tenaga kerja agar dapat bekerja di bidang energi sesuai dengan persyaratan perusahaan," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ida menuturkan pihaknya akan terus berusaha mendukung iklim investasi di Indonesia bagi para investor asing dengan terus memperbaiki iklim ketenagakerjaan di Indonesia. Salah satunya dengan penciptaan hubungan industrial yang harmonis melalui sosial dialog yang efektif di tempat kerja serta peningkatan disiplin dalam keselamatan dan kesehatan kerja.

"Pemerintah juga terus berusaha mendukung iklim investasi di Indonesia bagi para investor asing dengan mendorong para investor asing agar berinvestasi di bidang pelatihan kerja," ungkapnya.


Hal ini sesuai Perpres No. 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Daftar Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal) dengan kepemilikan saham maksimum sebesar 67 persen.

Sebagai informasi, SEPC merupakan perusahaan yang berinvestasi di Indonesia yang membangun PLTU berkapasitas 2 x 150 MW di Deli Serdang, Sumatera Utara, dan kapasitas 2 x 50 MW di Gorontalo, serta Mini-Hydro Power Plant Project kapasitas 9.9 MW di Bone.

Sedangkan (SUoEP), merupakan lembaga pelatihan yang digunakan oleh perusahaan SEPC untuk melatih calon/tenaga kerja. Bidang kejuruan yang ada di lembaga pelatihan SUoEP ini adalah bidang electronic, electrical, turbine dan boiler.


Tonton juga Tidak Ketemu Dubes China, Massa Aksi Peduli Uighur Bubarkan Diri :

[Gambas:Video 20detik]

(prf/ega)