Parah, Krisis Flu Burung di Cina
Selasa, 22 Nov 2005 14:14 WIB
Jakarta - Krisis flu burung di Cina masuk dalam kategori parah. Bahkan bisa jadi akan semakin memburuk. Demikian diakui Pemerintah Beijing yang mengungkapkan adanya 21 wabah flu burung di negeri Tirai Bambu itu pada tahun ini.Ke-21 wabah itu terjadi di 9 provinsi di dataran Cina, yang menjangkiti 45 desa dan menyebabkan tewasnya 144.624 unggas, di samping sekitar 21,1 juta unggas yang sengaja dimusnahkan untuk mencegah penyebaran flu burung.Demikian disampaikan Wakil Menteri Pertanian Cina Yin Chengjie seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (22/11/2005)."Meskipun beberapa kasus di daerah-daerah terjangkit telah terkendali secara efektif, situasi keseluruhan pengendalian avian flu masih parah," ujar Yu kepada wartawan lokal."Tugas yang ada di depan kita masih sulit," imbuh petinggi Beijing itu.Sebagai negara industri unggas terbesar di dunia, Cina menghadapi krisis flu burung yang masih jauh dari selesai. Negeri itu menghasilkan sekitar 14 miliar unggas setiap tahunnya.Bahaya flu burung kian meningkat, seiring menurunnya suhu udara di sepanjang Cina selama musim dingin ini. Cuaca ini memudahkan virus untuk bertahan."Semakin dingin cuaca, semakin tinggi risiko merebaknya epidemi," kata Yin mengingatkan. Belum lagi pengendalian wabah akan semakin sulit karena virus flu burung menjadi lebih ganas.Virus flu burung telah menewaskan lebih dari 60 orang di Asia Tenggara sejak tahun 2003 lalu. Beberapa waktu lalu, pemerintah Cina melaporkan kematian warganya yang pertama akibat flu burung.
(ita/)











































