Gubernur Sulsel Prihatin Perakit Benda Serupa Dinamit Siswa SMP

Hasrul Nawir - detikNews
Sabtu, 28 Des 2019 12:53 WIB
Foto: Benda serupa dinamit di Jalan Trans Sulawesi. (Hasrul Nawir/detikcom)
Parepare - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengaku prihatin dengan ulah pelajar SMP yang meletakkan benda serupa dinamit di jalur Trans Sulawesi, tepatnya di pinggir Jalan Takkalasi, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Menurut Nurdin, seharusnya perilaku siswa bisa dipantau.

"Kita sangat prihatin, itu merupakan kelainan prilaku yang seharusnya bisa dipantau agar tidak terjadi hal-hal yang negatif seperti ini," kata Nurdin Abdullah saat meninjau proyek pembangunan RS Hasri Ainun Habibie di Kota Parepare, Sabtu (28/12/2019).

Nurdin juga mengimbau pihak sekolah agar lebih aktif memberikan edukasi kepada siswa, terutama dalam hal menyikapi pergaulan berbasis teknologi. "Kuncinya ada di pihak sekolah untuk lebih memberikan edukasi," ujarnya.


Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo mengatakan saat libur sekolah ini ikut bekerja bersama ayahnya sebagai buruh pemasangan pipa air PDAM di Takkalasi Barru. Pelaku merupakan warga Tana Toa, Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto.

"Pelaku ini masih berstatus pelajar kelas 1 di SMP. Tersangka perakit ini mengaku terinspirasi dari bentuk bom yang ada pada game online balapan mobil yang dimainkan sekitar 2 minggu yang lalu di handphone android milik rekannya bernama Dc yang sesama buruh," kata Ibrahim, Sabtu (28/12/2019).

Gubernur Sulsel Prihatin Perakit Benda Serupa Dinamit Siswa SMPFoto: Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat meninjau proyek pembangunan RS Hasri Ainun Habibie di Kota Parepare. (Hasrul-detikcom)

Menurut dia, pelaku mengaku merakit benda tersebut untuk menakut-nakuti rekan kerjanya yang tinggal di sekitar lokasi yang dikontrak sebagai tempat tinggal sementara para pekerja pemasangan pipa PDAM


Ibrahim mengungkapkan pelaku mengambil 2 batang pipa yang terletak di lantai dasar rumah. Kemudian dipotong menjadi 3 potongan dengan cara dipanasi menggunakan korek api gas lalu dipatahkan dengan tangan. Pelaku lalu mengambil gabus di tempat sampah halaman rumah kontrakan dan gabus tersebut dimasukkan kedalam potongan pipa," terangnya.

"Selanjutnya pelaku mengambil isolasi hitam di mobil pick up warna hitam merk Daihatsu Grandmax yang terparkir di halaman kontrakan kemudian isolasi tersebut digunakan untuk melilit 3 batang pipa tersebut agar menjadi satu rangkaian, pelaku lalu mengambil potongan kabel berwarna biru yang terlilit di pagar besi rumah kontrakan dan potongan kabel merah yang ditemukan di selokan, kemudian kabel tersebut dimasukkan ke ujung batang pipa lalu pipa tersebut dibungkus menggunakan kertas dos air minum kemasan," papar Ibrahim.



Benda Mirip Bom Rakitan Ditemukan di Jalan Trans Sulawesi Barru:

[Gambas:Video 20detik]



Halaman

(idh/idh)