Flu Burung Berisiko Muncul Selama Musim Haji di Mekah
Selasa, 22 Nov 2005 13:47 WIB
Jakarta - Ancaman virus flu burung mungkin saja terjadi selama ritual musim haji di Mekah, Arab Saudi. Untuk itu pemerintah Arab Saudi diingatkan untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan.Peringatan ini disampaikan seorang pakar kesehatan dunia, Didier Pittet yang menjabat sebagai Direktur Program Pengendalian Infeksi di University Hospitals, Jenewa, Swiss.Virus mematikan H5N1 sejauh ini telah menewaskan lebih dari 60 orang di Asia Tenggara sejak tahun 2003 lalu. Para pasien tertular virus itu setelah melakukan kontak dengan unggas yang terjangkit flu burung.Namun para pakar mengkhawatirkan bahwa virus H5N1 bisa bermutasi menjadi bentuk yang mudah menular antarmanusia dan menimbulkan pandemi global yang bisa menewaskan jutaan orang.Menurut Pittet, risiko mutasi itu bisa meningkat jika seseorang yang terkena flu burung pergi ke Mekah dan berbaur bersama orang yang mengidap flu biasa. Demikian seperti diberitakan Channel News Asia, Selasa (22/11/2005).Musim haji merupakan ritual keagamaan terbesar di dunia, dan sekitar 2,5 juta jemaah haji dari 160 negara lebih berkumpul di Mekah setiap tahunnya.Pemerintah Saudi selama ini telah menerapkan pemeriksaan kesehatan reguler pada setiap warga asing yang berkunjung ke negeri itu. Namun sejak merebaknya kasus flu burung di Asia, Pemerintah Saudi berencana untuk memperluas vaksinasi terhadap influenza di kalangan jemaah haji.Pemerintah juga telah membuka pusat-pusat penelusuran kasus flu burung di tiga kota penting, termasuk Jeddah yang merupakan titik masuk kunci bagi para jemaah haji. Musim haji mendatang diperkirakan akan dimulai pada Januari 2006.
(ita/)











































