JK Tak Perlu Campuri Reshuffle

Gubernur Lemhahas:

JK Tak Perlu Campuri Reshuffle

- detikNews
Selasa, 22 Nov 2005 13:43 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) disarankan tidak mencampuri masalah reshuffle kabinet. Sebab jika JK ikut campur, justru akan melunturkan profesionalisme dalam pemilihan dan penempatan para menteri.Demikian disampaikan oleh Gubernur Lemhanas Muladi saat jumpa pers tentang ulang tahun Habibie Center, di kantor Habibie Center, Jalan Kemang Selatan, Jakarta, Selasa (22/11/2005)."Lebih baik JK tidak campur tangan dengan masalah reshuffle ini, karena nantinya apabila dia turut campur akan membuat profesionalisme menjadi luntur, dan hanya memenuhi komoditas parpol saja," tegasnya.Muladi sendiri melihat reshuffle saat ini sangat mendesak untuk dilakukan. Menurutnya, dengan adanya restrukturisasi dan perbaikan kabibet, maka kinerjanya di masa depan akan lebih baik. Namun ditekankan agar reshuffle disertai dengan profesionalisme."Boleh saja dari partai politik. Tapi harus dengan profesionalisme yang memadai, dan jangan sampai salah penempatan menterinya itu," tandas Muladi.Mantan Rektor Undip Semarang ini menekankan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus mendengarkan berbagai masukan dan evaluasi terkait dengan reshuffle tersebut. Apalagi reshuffle ini diperlukan tidak hanya di bidang ekonomi saja, tapi di bidang lainnya juga, seperti politik dan hukum."Jadi harus satu per satu di bidang itu ada yang lemah. Tidah hanya di bidang ekonomi," terangnya. (san/)


Berita Terkait