Lewat Semarang Wegah Nyampah, Pemkot Ajak Warga Atasi Sampah

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 27 Des 2019 18:51 WIB
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Lewat deklarasi Semarang Wegah Nyampah Pemkot mendorong dan mengedukasi masyarakat agar lebih peduli dan melakukan upaya pengurangan sampah serta menolak penggunaan plastik sekali pakai.

Mengusung tagline 'Bumi Butuh Tresnomu', dalam acara ini Sekretaris Daerah,Iswar Aminuddin yang mewakili Wali kota Semarang membacakan tekad untuk menjadikan momen tersebut sebagai resolusi memulai tahun 2020.

"Dengan Deklarasi #Semarang Wegah Nyampah sebagai penutup apel Jumat di tahun 2019 ini, saya mengajak semua peserta apel untuk memulai tahun 2020 dengan beberapa resolusi" ujar Iswar dalam keterangan tertulis, Jumat (27/12/2019).

Dalam deklarasi tersebut, juga dibagikan tumbler kepada jajaran karyawan Pemerintah Kota Semarang, kantong belanja kain kepada swalayan dan minimarket, serta stiker bertuliskan toko ini tidak menyediakan plastik.

"Dengan pembagian tumbler artinya tidak ada lagi botol minum plastik ataupun gelas plastik sekali pakai dalam agenda Pemerintah Kota Semarang mulai tahun 2020", lanjut Iswar.

Sementara pembagian kantong belanja kepada para pelaku usaha, baik perwakilan pedagang kantin dan koperasi di lingkungan Balai Kota, asosiasi pedagang, retail, resto, toko dan swalayan adalah untuk mengurangi pemberian kemasan plastik dan styrofoam pada barang belanjaan pelanggan.

Hal berbeda dari kegiatan apel ini adalah adanya bola sampah besar berukuran 2 meter di tengah-tengah halaman Balaikota. Puncak acara apel tersebut saat Sekretaris Daerah Kota Semarang bersama-sama dengan jajaran Forkopimda dan juga peserta apel menarik selubung sampah hingga selubung sampah yang menyelimuti bola hingga terlihat Bola Dunia yang bersih hijau.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Kota Semarang, Wing Wiyarso, sebagai leading sektor kampanye Semarang Wegah Nyampah menyatakan, prosesi bola sampah yang kemudian dibuka selubungnya hingga menjadi bumi yang bersih merupakan simbol kampanye bahwa Pemerintah Kota Semarang bertekad mengurangi sampah agar tercipta bumi yang bersih dan hijau.

Menariknya kegiatan deklarasi tersebut zero budgeting alias tidak menggunakan anggaran APBD. Keberhasilan acara tidak lepas dari dukungan para pendukung acara. Untuk itu, dalam sambutannya Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan terima kasih kepada para sponsor acara.

"Atas nama Pemerintah Kota Semarang saya menyampaikan terima kasih kepada para sponsor dari pihak swasta, BUMN, BUMD, pelaku usaha yang telah berkontribusi untuk menyediakan tumbler, kantong belanja dan stiker bagi terselenggaranya #SemarangWegahNyampah," ujar Hendi

Usai membuka selubung, para peserta Deklarasi bersama-sama mengangkat tumbler yang telah dibagikan kepada seluruh peserta apel di awal acara. Acara pun ditutup dengan sesi foto bersama peserta apel dengan bola dunia dengan tulisan #semarang wegah nyampah.

Sebagai informasi, seluruh tumbler, stiker dan tas yang dibagikan kepada peserta apel merupakan sumbangan pendukung acara antara lain Tower Bersama, Jaya Metro, BSB, Java Tugu Prima Abadi, Indomaret, Tribun Jateng, Telkomsel,Pertamina, Sidomuncul, Indofood, Bank Jateng, BRT, PDAM, detikcom, BPR Bank Pasar, Bank Mandiri, Radar, Marimas, Gopay Jakarta, Hotel Arkenso, Superindo, Unilever, SMI, PT. KAI, Graha Padma, Putra Wahid, dan Batik Eka.

Simak Video "Cerdas! Warga Surabaya Atasi Sampah dengan Lalat Hitam"

[Gambas:Video 20detik]



(mul/mpr)