Doa Pagi dan Sore Hari yang Pernah Diajarkan Rasulullah

Niken Widya Yunita - detikNews
Jumat, 27 Des 2019 15:40 WIB
Foto: iStock/Doa Pagi dan Sore Hari yang Pernah Diajarkan Rasulullah
Jakarta -

Pada suatu waktu, Abu Bakar Ash Shiddiq bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang bacaan doa pagi dan sore yang bisa diamalkan. Kepada sang sahabat yang lemah lembut itu, Rasulullah kemudian mengajarkan doa pagi dan sore.

Di lain waktu, pada sebuah malam yang hujan dan gelap gulita Abdullah Ibnu khubaib dan sejumlah sahabat mencari Rasulullah. Mereka mencari Rasulullah untuk menjadi Imam Sholat. Kemudian Rasulullah mengajarkan sebuah doa kepada para sahabat tersebut.



Diriwayatkan dalam Hadits Tirmidzi, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Tidak ada sesuatu apa pun yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa."

Berikut ini sejumlah doa pagi dan sore yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabat.

1. Doa perlindungan dari nafsu, setan, dan sekutunya:


اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَمَوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ


Allāhumma fāthiras smāwāti wal ardhi, 'ālimal ghaibi was syahādah, rabba kulli syai'in wa malīkah, asyhadi an lā ilāha illā anta. A'ūdzu bika min syarri nafsī wa syarris syathāni wa syirkih.


Artinya: "Tuhanku, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang ghaib dan nyata, tuhan dan penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi tiada tuhan selain Kau. Aku berlindung kepada-Mua dari kejahatan nafsuku, kejahatan setan dan sekutunya," (HR Abu Dawud dan At-Turmudzi).


2. Doa perlindungan dari ciptaan-Nya (dibaca 3 kali):


أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ


A'ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min syarri mā khalaq.

Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan ciptaan-Nya," (HR Muslim dan Ibnu Sinni).

3. Doa agar terhindar dari mudharat (dibaca 3 kali):


بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْم


Bismillāhil ladzī lā yadhurru ma'as mihī syai'un fil ardhi wa lā fis samā'i wa huas samī'ul 'alīm.

Artinya, "Dengan nama Allah, Zat yang apa pun di bumi dan di langit tidak mudharat dengan asma-Nya. Dia mahadengar dan mahatahu," (HR Abu Dawud dan At-Turmudzi).