Mesin Waktu

Bathory Ratu Vampir di Dunia Nyata, Mandi Darah Supaya Awet Muda?

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 20:43 WIB
Countess Elizabeth Bathory de Ecsed/Bathory Erzsebet tahun 1585 saat usianya 25 tahun. (Public Domain/Wikimedia Commons)
Jakarta - Ratu Elizabeth Bathory telah diketahui banyak orang sebagai Ratu Drakula di dunia nyata. Dia menginspirasi film, dongeng, hingga musik cadas. Bathory terkenal gara-gara mandi darah perawan supaya awet muda. Namun cerita itu diragukan kebenarannya.

Dilansir History, 26 Desember 1610 adalah momentum tersingkapnya kekejaman Sang Ratu. Raja Matthias II memerintahkan Perdana Menteri Gyorgy Thurzo, untuk menginvestigasi kabar kekejaman Bathory terhadap gadis-gadis desa di sekitar Kastil Cachtice.

Saat itu, Bathory sudah terkenal akan kekejamannya, namun karena dia bangsawan Kerajaan Hungaria maka dia sulit untuk diperiksa, sampai akhirnya Raja sendiri yang memerintahkan investigasi. Bathory yang lahir tahun 1560 itu dikabarkan sebagai penganut ajaran Satanisme, memuja setan, atas pengaruh pamannya. Bibinya mengajarkan Bathory sadomasokisme alias hubungan seks dengan kekerasan.


Bathory yang sudah menikah sejak usia 15 tahun dengan Pangeran Ferenc Nadasdy diberi kamar khusus, yakni kamar penyiksaan untuk memuaskan hasrat sadomasokismenya. Penyiksaan yang dijalankan Sang Ratu adalah menindik kuku perempuan-perempuan pelayannya, mengikatnya, mengolesi dengan madu supaya digigit lebah. Bathory juga menggigit sekerat daging dari korbannya, bahkan salah seorang korbannya juga dipaksa memasak dan memakan dagingnya sendiri.

Dalam investigasinya, Gyorgy Thurzo mengumpulkan 300 saksi mata, termasuk pendeta, ningrat, dan rakyat jelata. Dari keterangan saksi-saksi, Thurzo mengetahui bahwa korban Bathory adalah gadis-gadis berusia 10 hingga 14 tahun. Mereka dibujuk untuk datang ke Kastil dengan dalih untuk belajar etika dan akan dibayar sebagai pelayan Kastil.

Sesampainya di Kastil, perempuan-perempuan belia itu malah dipukuli, digigit, dimutilasi, dibakar, sampai dibiarkan kelaparan sampai mati.

Kejamnya Ratu Bathory diakui oleh Guinness Book of Records. Dia dinobatkan menjadi perempuan pembunuh dengan jumlah korban terbanyak. Situs Guiness Book of Records menyebut Bathory mempraktikkan vampirisme dengan membunuh lebih dari 600 perawan demi untuk meminum darah dan mandi darah para korban, supaya awet muda.

Selanjutnya
Halaman
1 2