49% Anggota Bolos, Sidang Paripurna DPR Kembali Melompong
Selasa, 22 Nov 2005 11:10 WIB
Jakarta - Kenaikan tunjangan operasional Rp 10 juta per bulan rupanya tak mampu mendongkrak semangat kerja anggota DPR. Anggota DPR tetap saja rajin membolos. Buktinya Sidang Paripurna DPR ke-13 tahun persidangan 2005-2006, Selasa (22/11/2005) ini kembali melompong.Sidang untuk membahas hak angket mengenai skandal kredit macet Bank Mandiri itu hanya dihadiri 280 orang dari total jumlah anggota DPR 548 orang. Dengan demikian anggota DPR yang menghadiri sidang itu hanya 51 persen alias 49 persen anggota DPR lainnya tidak hadir. Dari data yang dibacakan Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar yang memimpin sidang itu, anggota DPR yang paling banyak membolos berasal dari FPG. Dari 129 kursi yang dimilikinya, hanya 68 anggota FPG yang hadir.Peringkat kedua rajin membolos ditempati FPDIP dengan 53 orang hadir dari 108 kursi. Kemudian posisi ketiga diduduki FPPP dengan jumlah peserta hadir 27 orang dari 58 kursi.Selanjutnya FPAN, hadir 16 orang dari 53 kursi. FPKB hadir 20 orang dari 52 kursi. FPD hadir 38 orang dari 57 kursi. FBPD hadir 4 orang dari 20 kursi. FPBR hadir 6 orang dari 14 anggota dan FPDS hadir 6 orang dari 13 kursi. Sementara FPKS merupakan fraksi yang anggotanya paling sedikit membolos. Jumlah anggota FPKS yang hadir 40 orang dari 45 kursi yang tersedia. Akibat pembolosan itu, seperti biasa ruang sidang DPR terlihat melompong. Selain membahas hak angket mengenai skandal kredit macet Bank Mandiri, sidang juga mengagendakan membahas pendapat fraksi-fraksi dan pengambilan keputusan terhadap RUU usul inisiatif Komisi IV DPR menjadi RUU DPR RI tentang pengelolaan wilayah pesisir dan RUU penyuluhan pertanian. Kemudian juga akan membuat penetapan program legislasi nasional, prioritas RUU 2006 serta pengesahan pembentukanm Pansus DPR RI.
(iy/)











































