5 Mitos Gerhana: dari Naga Telan Matahari sampai Datangnya Iblis

Tasya Awlia - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 14:32 WIB
Foto: Akrom Hazami/detikcom/5 Mitos Gerhana: dari Naga Telan Matahari sampai Datangnya Iblis
Jakarta - Fenomena gerhana matahari cincin terjadi pada 26/12/2019 di Indonesia. Fenomena ini tergolong langka dan menyebabkan bumi benar-benar gelap gulita.

Cahaya matahari yang seluruhnya tertutup oleh bayangan bulan, membuat banyak orang kagum sekaligus ngeri. Namun di balik fenomena gerhana ternyata, ada sejumlah mitos yang ikut menyertainya.



Berikut 5 Mitos Gerhana Matahari Cincin:

1. Naga yang Menelan Matahari

Ada seekor Naga yang menelan matahari. Begitulah mitos yang pernah diyakini oleh masyarakat Tiongkok kuno. Mereka percaya bahwa kegelapan dari gerhana matahari disebabkan oleh Naga langit, yang menelan matahari dan bulan.

2. Terjadi Pertengkaran dan Perdamaian

Ada juga mitos, gerhana matahari atau bulan terjadi karena keduanya sedang berperang di langit. Mitos ini berkembang di suku Batammaliba di Afrika. Jadi, setiap gerhana cincin, anggota suku Batammaliba melakukan ritual untuk mendamaikan kembali agar kegelapan cepat berlalu.



3. Perempuan Hamil Harus di Dalam Rumah

Sebagian masyarakat pernah mempercayai mitos bahwa selama terjadi gerhana bagi perempuan hamil tidak boleh berada di luar rumah. Bahkan mereka dianjurkan membawa gunting sebagai bentuk keamanan apabila terjadi sesuatu yang dianggap mengganggu kehamilan.

4. Tanda Bencana

Masyarakat Yunani Kuno percaya, gerhana merupakan kemarahan dari para dewa dan tanda dari adanya bencana dan kerusakan. Warga Mesir Kuno khawatir dengan adanya gerhana karena dipercaya berkaitan dengan hawa jahat.

5. Ada Iblis Datang

Bangsa Tiongkok dan Viking berkumpul untuk menggedor panci dan wajan dengan suara keras selama gerhana. Hal ini dilakukan untuk mengusir iblis agar gerhana cepat berlalu.

Itulah mitos gerhana matahari cincin yang dipercaya di zaman dahulu oleh bangsa-bangsa yang ada di dunia.



(nwy/nwy)