Ramai #SaveParungPanjang Protes Truk Tambang, Pemkab Bogor Angkat Bicara

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 13:17 WIB
Ilustrasi jalan rusak di Bogor (Foto: Rengga Sancaya-detikcom)
Kabupaten Bogor - Tagar SaveParungPanjang ramai dibahas di media sosial Twitter. Pemerintah Kabupaten Bogor angkat bicara soal tagar tersebut.

Kemunculan #SaveParungPanjang itu terkait truk tambang yang banyak melintas di Jalan Raya Parung Panjang, Kabupaten Bogor, membuat banyak debu dan udara jadi tak sehat. Selain itu, truk tambang yang banyak melintas juga dianggap membuat jalanan macet.



Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kabupaten Bogor, Bisma Wisuda, mengatakan Pemkab Bogor telah berupaya agar masyarakat tidak terbebani dengan banyaknya truk tambang yang ada. Menurutnya, ada aturan yang membatasi jam operasional truk serta pembuatan kantong parkir bagi truk.

"Jadi kita buatnya (kantong parkir) biar nggak melintas ke arah Tangerang itu. Kita buatnya di Jagabaya, Parung Panjang. Kantong parkir kami ada di situ, mau dikerjasamakan sama Tugu Tani," kata Bisma, ketika dihubungi, Kamis (26/12/2019).

Bisma mengatakan aturan pembatasan jam operasional truk itu dibuat oleh Pemkab Tangerang, yakni dalam Perbup nomor 47 Tahun 2018. Truk dilarang melintas dari pukul 04.00 WIB sampai 22.00 WIB di wilayah Kabupaten Tangerang.

Dia menyebut sebagian warga juga membuat kantong parkir untuk truk-truk yang menunggu jam operasional. Namun, kantong parkir ini disebutnya hanya mampu menampung sedikit truk sehingga Jalan Raya Parung Panjang sering macet gara-gara truk tambang parkir di pinggir jalan.



"Itu anggota saya dari pagi sampai malam (mengatur lalu lintas)," ujarnya.

Bisma menjelaskan Pemkab Bogor telah berupaya agar pembangunan jalur khusus truk tambang cepat dilakukan. Pemkab Bogor mengaku telah mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat agar jalur tambang cepat dibangun.

"Sudah, sudah ada DED (Detail Engineering Design)-nya Kemarin juga sudah rapat di Bappedalitbang. Kemarin Pemprov juga sudah buat DED-nya untuk jalur tambang," tutur Bisma.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyebut pembangunan jalur tambang di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, harus dilakukan. Menurutnya, akan berbahaya bila jalur itu tidak kunjung dibangun.

"Jalur tambang mutlak harus ada. Karena yang memakai jalur sekarang, banyak korban. Kan kalau dibiarkan berbahaya," kata Ruzhanul, di Royal Tulip Gunung Geulis Resort and Golf, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12). (haf/haf)