Menakertrans: Tangkap TKI yang Danai Teroris!
Selasa, 22 Nov 2005 10:52 WIB
Jakarta - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Fahmi Idris menyesalkan adanya dugaan keterlibatan TKI mendanai kegiatan terorisme. Jika benar, TKI itu harus ditangkap."Kasihan para TKI kita. Mereka bekerja menjari nafkah, tetapi malah dicurigai sebagai jaringan teroris. Kalau memang ada TKI yang patut dicurigai, silakan saja ditangkap," kata Fahmi.Hal ini disampaikan dia usai menghadiri konferensi nasional dan workshop penanggulangan pengangguran di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (22/11/2005).Fahmi meminta agar TKI yang membawa pulang hasil jerih payahnya selama bekerja tidak dicurigai sebagai bagian dari teroris. "Tetapi, jangan lantas semua TKI yang pulang bawa uang langsung dituduh mereka adalah bagian dari terorisme, kan kasihan," ujarnya.Menurut Fahmi, Depnakertrans tidak akan membuat kebijakan apa pun soal TKI dan terorisme. "Biarkan polisi yang bekerja dulu," kata Fahmi.Seperti diberitakan, Kapolri Jenderal Pol Sutanto menyatakan jaringan Arab Saudi memanfaatkan TKI sebagai kurir dalam membantu pendanaan kegiatan terorisme.Namun Sutanto menolak menyebut berapa dana yang dibawa kurir ini. Dana tersebut, menurut Sutanto, selain untuk kegiatan terorisme di Indonesia, pernah juga dipergunakan untuk beberapa peledakan yang terjadi di Filipina.
(aan/)











































