Kata Bos Grab Indonesia soal Pemberdayaan Perempuan

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 12:13 WIB
Foto: Grab
Jakarta - Begitu beruntungnya perempuan-perempuan di Indonesia. Mereka memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam memperoleh pendidikan dan pekerjaan. Salah satu profesi yang dahulu didominasi oleh laki-laki, yaitu pengemudi ojek, kini perempuan pun bisa melakoni pekerjaan ini.

Dengan berkembangnya teknologi, muncullah penyedia layanan transportasi online yang kian menjamur di Indonesia, Grab salah satunya. Grab Indonesia memberikan kesempatan kepada para perempuan untuk mendapatkan pekerjaan yang sama di dunia transportasi.

Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan, rasio karyawan perempuan di Grab Indonesia berkisar 40%. Sedangkan jumlah mitra perempuan belum terhitung tapi cukup banyak.


"Peraturan untuk mitra kami apakah itu perempuan atau laki, tidak ada perbedaan, semuanya sama. Sebenarnya cara Grab Indonesia untuk memberikan penghargaan pada mitra, karena mitra itu baik perempuan ataupun laki itu sama aja. Jadi sebenarnya kita tidak membedakan karena Grab itu inclusive," ucap Neneng, dikutip dari 20detik, Kamis (26/12/2019).

Begitupun dengan peraturan keselamatan pengemudi Grab Indonesia. Ia mengimbau kepada seluruh mitra pengemudi perempuan untuk tidak membawa anak ketika sedang bekerja. Sebab, itu bisa membahayakan baik kepada pengemudi dan si anak, maupun kepada penumpang.

"Jadi kami meminta mereka untuk bisa mem-balance antara kehidupan rumah tangga, kehidupan sebagai ibu, dan kehidupan sebagai pencari nafkah," tegasnya.

Di samping itu, Grab juga memberikan kesempatan kepada mitra pengemudi perempuan untuk bisa memilih fokus kepada orderan GrabFood atau GrabExpress saja. "Kami oke juga dengan apa yang mereka pilih," sambungnya.

Ia pun bercerita bahwa ada beberapa mitra pengemudi inspiratif yang ada di Grab Indonesia. Salah satunya Wulan. Ibu 3 anak ini merupakan seorang single parent yang harus membesarkan ketiga anaknya serta menyekolahkan mereka.

"Hasilnya (dari bekerja sebagai driver) bisa membeli rumah. Jadi sekarang beliau sudah punya rumah di Citayam. Kami sangat senang karena itu impact-nya sangat besar dan dari teknologi yang telah kami hadirkan untuk membantu mitra kami dalam hal ini mitra perempuan, dalam hal ini mendapatkan rumah dan memberikan pendidikan kepada anak-anaknya," ungkapnya.


Tak hanya Wulan, seorang pengemudi GrabCar dari Surabaya, Elvira, pun harus menjadi tulang punggung keluarga karena sang suami menderita sakit stroke. Ia pun kini sudah terhitung 2 tahun menjalani pekerjaan sebagai pengemudi GrabCar.

"Satu lagi namanya Mbak Rabiyatul, dia dari Medan, dia membiayai hidupnya sendiri untuk mencapai Diploma II menjadi seorang bidan dengan menjadi pengemudi GrabCar," tambah Neneng.

Ia berharap makin banyak perempuan yang mau bergabung dengan Grab Indonesia. Baik itu menjadi mitra driver, atau menjadi mitra merchant GrabFood, ataukah menjadi agent dari GrabKios. (prf/ega)