Leslie Diingatkan untuk Tidak Banyak Bicara Soal Kasusnya
Selasa, 22 Nov 2005 10:23 WIB
Jakarta - Selepas dari penjara, Michelle Leslie diingatkan untuk tidak banyak bicara soal kasus ekstasinya. Jika itu dilakukan, model Australia itu bisa membahayakan warga Australia lainnya yang terjerat masalah hukum di Indonesia.Demikian dicetuskan seorang figur hakim Australia, Marcus Einfeld kepada ABC Radio seperti dilansir Sydney Morning Herald, Selasa (22/11/2005)."Jika perempuan ini menghina Indonesia, maka orang berikutnya yang bermasalah di Indonesia akan sangat menderita," ujar mantan hakim Pengadilan Federal Australia itu."Jika saya disuruh menasihati Michelle saat ini, saya akan menasihati dia untuk tidak menjual ceritanya, juga tidak melakukan wawancara serius sampai dia benar-benar mendapatkan kejelasan atas kasusnya, dan tidak mempermalukan otoritas Indonesia dan pengadilan Indonesia," tandas Einfeld.Juru bicara keluarga Leslie, Sean Mulcahy, mengatakan bahwa mereka telah menerima sejumlah tawaran untuk wawancara media mengenai kasusnya. Namun sejauh ini belum ada pembicaraan resmi soal itu.Leslie yang sempat dipenjara di Bali karena kedapatan membawa dua pil ekstasi, tiba di Bandara Internasional Sydney, Australia pada Selasa (22/11/2005) pukul 06.40 waktu setempat. Kepada wartawan lokal yang menyambutnya, Leslie tidak banyak bicara.Perempuan berusia 24 tahun itu hanya mengatakan bahwa dirinya bahagia bisa pulang dan bertemu kembali dengan keluarga dan kekasihnya. Sejumlah wartawan sempat menanyakan mengenai rumor bahwa dirinya sengaja mengaku sebagai pemeluk agama Islam guna meraih simpati otoritas Indonesia.Namun dengan alasan capek, model cantik spesialis underwear ini enggan menjawabnya. "Saya minta maaf, saya tidak bisa panjang lebar karena saya sangat lelah," kilah Leslie.
(ita/)











































