Pemobil 'Koboi' Lamborghini Ternyata Punya Koleksi Hewan Offset Juga

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 10:28 WIB
Polisi menyita hewan liar dilindungi yang diawetkan di rumah Abdul Malik (Farih Maulana/detikcom)
Jakarta - Polres Jakarta Selatan menggeledah rumah Abdul Malik, pengemudi Lamborghini yang melakukan aksi koboi di Kemang, Jaksel. Selain puluhan amunisi, Abdul Malik rupanya mengoleksi sejumlah hewan yang diawetkan (offset) di rumah tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya menyebutkan hewan yang diawetkan tersebut adalah kepala rusa jenis Bawean, burung cenderawasih, buaya muara, dan harimau yang diduga harimau Sumatera.

"Kami akan mendalami untuk dugaan tindak pidana menyimpan satwa dilindungi di rumah tersangka AM," kata Andi dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (26/12/2019).

Penggeledahan dilakukan di rumah tersangka di Jalan Jambu No 38, Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pagi ini. Offset hewan-hewan itu kemudian disita polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.





"AM bisa dijerat dengan Pasal 40 (2) juncto Pasal 21 (2) huruf b dan d, setiap orang dilarang untuk: Huruf b: menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati. Huruf d : memperniagakan, menyimpan, atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia dipidana dengan pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta," jelas Andi.

Sebelumnya, polisi menemukan puluhan amunisi di rumah Andi, yakni 10 butir peluru kaliber 5,56 mm, 11 peluru kaliber 9 mm, dan 1 peluru pendek. Polisi masih menyelidiki penggunaan peluru tersebut.

"Mendalami berkaitan kepemilikan peluru dan senpi atas peluru tersebut," ucap Andi.

Sementara itu, Abdul Malik tercatat sebagai anggota Perbakin. Polisi memastikan Abdul Malik memiliki perizinan untuk kepemilikan senjata api tersebut.

Ketua Perbakin DKI Setyo Wasisto menegaskan setiap anggotanya tidak diperbolehkan membawa pulang senjata api. Senjata api hanya boleh digunakan untuk latihan menembak di Perbakin.

"Semua senjata Perbakin itu ada di gudang. Yang pertama adalah tidak ada senjata dibawa anggota Perbakin, dibawa ke rumah atau ke mana, kecuali dia latihan," kata Ketua Perbakin DKI Irjen Setyo Wasisto kepada detikcom, Selasa (24/12/2019).

"Perbakin nggak pernah mengizinkan anggotanya untuk bawa senjata ditenteng atau dibawa ke rumah. Kita nggak ada (izin bela diri), kalau bela diri lain lagi, langsung konfirmasi ke Intelkam Polri," sambungnya.


Halaman

(mei/mei)