Pria Lulusan SD Ini Beri Inspirasi Warga Desa Tingkatkan Ekonomi

Moch Prima Fauzi - detikNews
Senin, 23 Des 2019 11:14 WIB
Foto: Dok. Grab Indonesia
Jakarta - Tidak mudah memang mencari pekerjaan yang dapat memberikan penghasilan cukup bagi keluarga. Namun usaha tak kenal lelah Iskandar Daeng Rani tak pernah mengkhianati prosesnya.

Pria yang hanya lulusan sekolah dasar (SD) asal Makassar ini berjuang mencari nafkah untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Segala jenis pekerjaan pernah ia lakoni mulai dari pengayuh becak hingga buruh bangunan.

Latar belakangan pendidikan yang hanya tamatan SD memang membatasi ruang geraknya dalam mencari pekerjaan layak. Penghasilannya dari kerja serabutan tidak pernah mencukupi kebutuhan keluarga. Apalagi ia masih memiliki buah hati yang memerlukan susu.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari Iskandar sempat pergi merantau untuk bekerja di perusahaan air mineral. Jarak yang jauh membuat ia harus terpisah dari keluarga kecilnya. Di samping itu, penghematan ongkos menjadi pertimbangan lainnya.


"Tidak mudah meyakinkan anak-anak dan istri, bahwa hidup jauh dari mereka adalah kondisi yang harus diterima saat itu agar tetap bisa bertahan. Saya baru bisa pulang ke rumah saat akhir pekan untuk melepas rindu kepada istri dan anak-anak saya," ungkap Iskandar yang dikutip dari blog resmi Grab, Senin (23/12/2019).

Hidup serba kekurangan pun menjadi beban sosial. Ia kerap menerima penolakan dari orang terdekatnya saat meminta bantuan. Meski demikian Iskandar mengaku tak pernah merasa dendam dengan perlakuan tersebut.

Hingga suatu waktu, ia pun mengetahui adanya lowongan bekerja di Grab sebagai pengmudi taksi online GrabCar. Ayah empat orang anak asal Desa Lagaruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan itu pun berhasil mengubah perekonomian keluarga dan warga desanya.

Penghasilan Iskandar yang sempat mencapai Rp 9 juta per bulan berhasil menginspirasi tetangga dan keluarga di desanya untuk keluar dari jerat kemiskinan dan bisa mengikuti jejaknya.

"Alhamdulilah, melalui saya, ada beberapa orang yang memilih jalan hidupnya menjadi mitra pengemudi GrabCar. Ada yang meninggalkan pekerjaan mereka. Ada yang pengayuh Bemor (becak motor) di kampung orang, ada yang menganggur, kini mereka bisa dan berhak berpenghasilan layak," ucap Iskandar.


Iskandar bermimpi suatu saat bisa memiliki kendaraan sendiri. Pasalnya, saat ini mobil dipakainya merupakan pinjaman dari keluarga. Ia pun membagi penghasilannya untuk sewa mobil tersebut.

"Saat ini kan saya masih meminjam kendaraan keluarga dalam menjalankan profesi saya sebagai mitra pengemudi GrabCar. Jadi penghasilannya masih terbagi. Tidak utuh buat saya semata. Tapi harus membayar mobil itu juga," terangnya.

Selain itu Iskandar juga ingin agar anak-anaknya bisa sukses mengenyam pendidikan tinggi.Ia pun sudah mempersiapkan hari senjanya dengan berencana membuka usaha sendiri.

"Usia terus bertambah. Kita harus punya strategi agar yang kita kerjakan saat masih muda, bermanfaat untuk masa tua. Maka itu, dari sekarang saya menabung. Saya bersyukur, penghasilan dari Grab sangat cukup untuk kebutuhan sehari-hari, kebutuhan untuk menyenangkan anak dan istri, serta tentunya untuk menabung," bebernya. (prf/ega)