300 Kapal Tuna Mogok Melaut, ABK Terancam PHK

300 Kapal Tuna Mogok Melaut, ABK Terancam PHK

- detikNews
Senin, 21 Nov 2005 23:16 WIB
Denpasar - Kenaikan harga solar menyebabkan kapal ikan tuna di Pelabuhan Benoa, Denpasar tidak berlayar. Nasib 13 ribu ABK dan karyawan di darat terancam PHK. Ancaman PHK tersebut disampaikan oleh Ketua Umum DPP ATLI (Asosiasi Ikan Tuna Long Line) Sam Simorangkir di seketrariatnya di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Senin (21/11.2005). "Perusahaan ikan kemungkinan besar akan melakukan PHK massal jika tidak ada kebijakan baru dari pemerintah. Karena kenaikan harga BBM, 300 unit lebih kapal-kapal besar dari total 812 kapal tuna longline dan kapal non tuna yang bermarkas di Benoa mogok berlayar. Mereka tak melaut sejak Lebaran," kata Simorangkir.Menurut Simorangkir, pemerintah telah memberlakukan harga solar untuk kapal dibawah 30 Groos Ton (GT) mencapai Rp 4.300, sementara kapal yang diatas 30 GT oleh pemerintah dikategorikan sebagai kapal industri sehingga harus membayar Rp 6.170 per liternya. "Kebijakan sangat memukul industri penangkapan tuna yang sudah dalam kondisi terpuruk," katanya. Jumlah kapal yang tidak melaut diperkirakan akan terus bertambah seiring kembalinya kapal-kapal penangkap tuna usai berlayar selama sekitar 3-5 bulan di laut. Simorangkir menjelaskan, pengusaha ikan akan terus mengurangi jumlah kapalnya berlayar menangkap ikan karena akan merugi sebab ongkos biaya produksi tidak sebanding dengan pendapatan yang mereka peroleh. "Kita menginginkan adanya persamaan harga solar untuk kapal di atas 30 GT. Saat ini sebenarnya kita sudah mulai mem-PHK dengan system ABK baru dibayar jika melakut, jadi selama kapal berada di sini mereka ya tidak dibayar. Bagaimana lagi, kondisinya cukup sulit," kata Simorangkir. ATLI menuntut pemerintah untuk memberikan penyesuaian harga untuk mencegah PHK sekitar 80 persen dari sekitar 13 ribu karyawan industri penangkapan dan pengolahan tuna di pelabuhan Benoa. (ary/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads