"Saat ini korban sudah sadarkan diri," kata rekan korban sesama guru, Gatot Sulistyoadi, Sabtu (21/12/2019).
Hamid merupakan satu dari sejumlah guru yang mengajar di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), tepatnya di wilayah Permata Lokan Ranau, Kundasang. SIKK ini diperuntukkan bagi anak-anak para TKI yang bekerja di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gatot mengatakan Hamid awalnya hendak menyeberang dari Malaysia ke Nunukan, Kalimantan Utara. Hamid disebut memulai perjalanannya dengan menuju terminal bus di Kinabalu.
Selanjutnya, pada sekitar pukul 05.00 waktu setempat, korban hendak melanjutkan perjalanan dari terminal bus Kinabalu ke bandara untuk terbang ke Tawau dan menyeberang ke Nunukan. Namun, saat di terminal, korban dihampiri tiga orang terduga pelaku yang satu di antaranya merupakan wanita.
Korban ditawari jasa transportasi mobil ke bandara. Namun, dalam perjalanan, Hamid diduga dianiaya, lalu diturunkan di sekitar Jalan Bukit Bendera. Barang-barang miliknya diambil para pelaku.
"Semua diambil pakaian, laptop, handphone 2, uang tunai, termasuk surat dokumen diri," kata Gatot.
Korban disebut mengalami sejumlah luka di area kepala dan memar di dadanya. Hamid disebut ditemukan warga setempat yang langsung membawanya ke kantor polisi untuk dilarikan ke rumah sakit.
"Kondisi Pak Hamid saat ini sudah bisa duduk, ngobrol. Hanya masih harus perawatan dokter karena luka-luka bekas pukulan," ujar salah seorang rekan korban lainnya, Asriyani.
Kasus ini disebut para rekan korban telah dilaporkan ke kepolisian setempat untuk ditangani lebih lanjut.
Halaman 2 dari 2











































