Buktikan Isu Hantu Cekik, Dua Saksi Diperiksa Polisi
Senin, 21 Nov 2005 17:01 WIB
Semarang - Pekerjaan polisi benar-benar berlipat. Mengurusi geng teroris Azahari, hingga hal-hal mistis seperti hantu cekik.Jadi maklum saja jika kemudian polisi gelisah juga ketika isu hantu cekik melanda wilayahnya. Untuk membuktikan benar-tidaknya isu itu, Polsek Semarang Utara memeriksa yang mengaku melihat dan menjadi korban 'makhluk aneh' itu.Kedua orang yang diperiksa adalah Daniel Prasetyo dan Muningsih Binti Sutopo, warga Jalan Cumi-cumi Bandarharjo, Tawang Mas, Semarang. Sekitar pukul 01.30 WIB, Senin (21/11/2005), keduanya dimintai keterangan aparat di Mapolsek Semarang Utara, Jalan Letjen Suprapto.Daniel mengaku diserang hantu cekik sekitar pukul 23.30 WIB. Pada saat itu, ia sedang tidur. Ketika dibangunkan ibunya, situasi kampungnya sudah ramai. Pelajar SMA Masehi I Semarang itu melihat bayangan hitam (hantu cekik) di atap rumah tetangganya.Hal serupa juga dialami Muningsih. Perempuan yang berprofesi sebagai buruh itu mengaku melihat cahaya warna merah usai bangun tidur. Ia meyakini, cahaya itulah hantu cekik. Polisi merasa tidak begitu puas dengan penjelasan dua orang itu. Mereka juga yakin yang dilihat kedua orang itu bukanlah hantu cekik, tapi cuma ilusi. Karena pada saat kejadian, keduanya baru saja bangun tidur."Orang yang baru bangun tidur kan tidak bisa membaca situasi secara detail. Korden yang diam kalau dilihat oleh orang yang baru bangun tidur bisa saja jadi bergerak," kata Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara Iptu Joko Watoro di kantornya, Jalan Letjend Suprapto, Senin (21/11/2005).Joko menegaskan, hingga saat ini belum ada bukti adanya hantu cekik. Keterangan yang berhasil dihimpun timnya hanya menyebutkan kalau warga hanya berdasar dari 'katanya', dan 'katanya'. Orang yang melihat langsung belum bisa diverifikasi keterangannya.Karena penjelasannya dinilai tidak valid, aparat memulangkan Daniel dan Muningsih. Keterangan mereka dituangkan dalam secarik kertas. Dari keterangan itu, polisi menyimpulkan, hantu cekik tidak ada."Kami tidak akan periksa warga lainnya. Karena keterangan mereka hampir sama. Ya, intinya mereka hanya menyatakan, 'katanya', dan 'katanya'," kata Joko Watoro dengan nada kesal.
(nrl/)











































