SBY Diminta Dukung Pengungkapan Tim Bunga dalam Kasus Poso
Senin, 21 Nov 2005 16:44 WIB
Jakarta - Kelompok terorganisir dengan sandi Tim Bunga diduga sebagai dalang kerusuhan di Poso, Sulawesi Tengah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta memberikan dukungan politik kepada Polri untuk mengungkap keberadaan tim tersebut.Desakan disampaikan Kepala Divisi data dan Riset Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar dan Kepala Operasional Kontras Edwin Partogi dalam jumpa pers di kantor Kontras, Jalan Borobudur, Jakarta, Senin (21/11/2005). Dalam catatan Kontras, aksi kekerasan di Poso memiliki karakter yang khas dengan pengetahuan dan keahlian tertentu dalam melakukan aksinya seperti penembakan misterius, peledakan bom dan pemenggalan.Kekerasan di tempat keramaian itu dilakukan di waktu tertentu termasuk untuk memicu momentum lokal ataupun nasional seperti bulan puasa, hari raya keagamaan, tahun baru, pergantian pasukan hingga pilkada. Kasus itu juga kerap dilakukan berdekatan dengan pos keamanan setempat."Konflik Poso mirip dengan operasi pembunuhan ninja di Banyuwangi 1998-1999, pembantaian dukun santet di Ciamis dan kasus penculikan Kopassus 1997-1998," kata Haris.
(iy/)











































