Berbahaya Jika Lab di RI Jadi Pabrik Senjata Biologi

Berbahaya Jika Lab di RI Jadi Pabrik Senjata Biologi

- detikNews
Senin, 21 Nov 2005 16:12 WIB
Jakarta - Sistem keamanan laboratorium di Indonesia dinilai masih sangat lemah. Keluar-masuknya orang hanya dideteksi lewat tanda tangan. Hal itu berbahaya jika suatu saat laboratorium dimanfaatkan jaringan teroris sebagai pabrik senjata biologi.Kekhawatiran ini disampaikan oleh Direktur Keamanan Internasional dan Pelucutan Senjata Deplu Hasan Kleib dalam Lokakarya Nasional mengenai konvensi senjata biologi di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/11/2005)."Kalau di Indonesia keamanannya hanya dengan tanda tangan. Berbeda dengan AS yang menggunakan sistem keamanan yang canggih," ujarnya.Dia mencontohkan untuk anthrax terdapat di semua laboratorium di Indonesia. Di Indonesia sekarang terdapat sekitar 1.860 laboratorium, dan setiap orang relatif dapat masuk dan keluar secara mudah."Walaupun ini belum terjadi, tapi seandainya seseorang menggunakan bahan-bahan biologi seperti untuk bikin teror bom yang sudah terjadi, maka akibatnya dapat mencapai 90 kilometer," kata Kleib.Menurutnya, sampai sekarang Indonesia belum mempunyai kodifikasi hukum tentang penggunaan bahan-bahan biologi. Meski peraturannya sudah ada, tapi masih tersebar di berbagai departemen, yakni Deptan dan Depkes. Sejauh ini juga belum ada sanksi pidana yang dapat dikenakan apabila seseorang menyalahgunakan bahan-bahan biologi ini.Indonesia, lanjutnya, sudah meratifikasi senjata biologi pada tahun 1992. Namun sekarang ini belum ada protokol yang mengatur. "Jadi Indonesia tengah meningkatkan kesadaran nasional dalam hal penanganan biosafety dan biosecurity, khususnya di laboratorium dan penggunaan bahan biologi atau toksin pada umumnya," terang Hasan Kleib. (san/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini