Wapres Ma'ruf Nilai Kesetiakawanan Bantu Percepat Turunkan Kemiskinan

Akfa Nasrulhak - detikNews
Jumat, 20 Des 2019 13:20 WIB
Foto: Kemensos
Banjarbaru - Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin menghadiri Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) ke-62 Tahun 2019 di Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Mengenakan kemeja batik coklat dan kain tenun Khas Dayak, Ma'ruf didampingi oleh sang istri Wury Ma',ruf Amin, Menteri Sosial RI Juliari P Batubara beserta istri, Grace Batubara, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf mengatakan HKSN yang setiap tahun diperingati adalah untuk membangun peringatan secara kolektif seluruh elemen masyarakat Indonesia, tidak terkecuali agar nilai-nilai kesetiakwanan sosial tetap kuat sebagai modal sosial untuk membangun bangsa menuju masyarakat yang lebih sejahtera. Menurutnya, dengan adanya sikap kesetiakawanan sosial, setiap manusia harus mampu menerapkan nilai dasar dalam pikiran, sikap, tindakan saling peduli dan berbagi dilandasi oleh kerelaan, kesetiaan, kebersamaan, toleransi dan kesetaraan dengan meningkatkan harkat martabat dan haga diri sebagai bangsa indonesia.

"Semua agama mengajarkan kita untuk saling membantu, saling berbagi, untuk bertaawun (saling membantu) saling bersedekah dan untuk memberikan kelebihannya kepada yang lain," ujar Ma'ruf dalam sambutannya di kawasan perkantoran Pemerintah Kalimantan Selatan, Jumat (20/12/2019).


Dalam kesempatan itu, Ma'ruf membeberkan salah satu persoalan yang dihadapi Indonesia terkait kesejahteraan sosial yang meliputi ketimpangan dan kemiskinan.

"Dalam periode pertama Presiden Jokowi, Indonesia memang telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan sampai 9,41 persen pada tahun 2019. Akan tetapi penduduk miskin masih cukup besar sekitar 25 juta jiwa, sementara tingkat kemiskinan antara masyarakat yang miskin dan yang kaya juga masih cukup tinggi," jelasnya.

Ketimpangan, lanjut Ma'ruf, merupakan hal yang penting untuk diatasi. Belajar dari kasus konfilk antar masyarakat, salah satu penyebabnya adalah ketimpangan ekonomi yang lebar antar masyarakat.

"Saya melihat peran kesetiakawanan ini sangat penting untuk bantu mempercepat penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan," ujar Ma'ruf.

Peran kesetiakawanan ini menurut Ma'ruf harus dituangkan dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kegiatan ekonomi masyarakat. Dan ini hanya dapat terlaksana jika masyarakat memiliki rasa kesetiakawanan yang tinggi.

"Usaha besar untuk membantu usaha kecil agar terjadi transfer kapasitas ekonomi untuk menutup ketimpangan ekonomi dan sosial," sambungnya.


Lebih lanjut Ma'ruf berpesan agar peringatan HKSN masa kini harus dimaknai sebagai instrumen menuju kesejahteraan rakyat. Hal ini dilakukan melalui gerakan peduli dan berbagi oleh dan dari masyarakat.

"Baik sendiri-sendiri maupun secara bersamaan berdasarkan nilai kemanusiaan, kegotongroyongan dan dilakukan secara terencana, terarah, berkelanjutan menuju Indonesia sejahtera ," tandasnya.


Simak Video Mensos: Angka Kemiskinan RI Turun Lagi

[Gambas:Video 20detik]

(akn/ega)