FPKS Juga Desak Pemerintah Batalkan Impor Beras
Senin, 21 Nov 2005 15:38 WIB
Jakarta - Ajakan Fraksi PAN DPR agar fraksi-fraksi lain menolak impor beras mendapat sambutan. Fraksi PKS juga menolak impor beras dan meminta pemerintah membatalkan kebijakan tersebut. Alasannya, stok beras di dalam negeri masih mencukupi.Sikap ini disampaikan Ketua FPKS Mahfud Sidik saat menerima perwakilan dari Pemuda Tani Indonesia di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/11/2005). Pada saat bersamaan digelar demo menolak impor beras oleh massa Pemuda Tani Indonesia di depan pintu Gedung DPR/MPR."Jika pemerintah tetap melakukan itu, ini menunjukkan pemerintah tunduk pada kepentingan pengusaha dibandingkan petani. Kebijakan ini jelas merugikan petani dan hanya menguntungkan segelintir pengusaha," kata Mahfud.Menurut Mahfud, kebijakan impor besar merugikan petani, sebab begitu kran impor beras dibuka,harga beras petani langsung anjlok. "Jadi revitalisasi pertanian yang dicanangkan pemerintah untuk menyejahterakan petani tidak lebih dari retorika belaka," cetusnya.FPKS juga meminta pemerintah mengakhiri polemik seputar perbedaan angka stok beras yang dimiliki BPS, Departemen Pertanian, Bulog, dan Departemen Perdagangan. "Sudah saatnya SBY mengumumkan pembatalan impor beras dengan mengabaikan polemik data yang ada," kata Mahfud.Ditambahkan Mahfud, sikap pemerintah terkait kebijakan impor beras ini akan menjadi input penting dalam rapat Majelis Syuro PKS. Dalam rapat yang akan digelar pada waktu dekat itu akan dievaluasi keberadaan PKS di kabinet.
(gtp/)











































