Menkes Terawan Petakan Rumah Sakit yang Sediakan Serum Anti-bisa Ular

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 20 Des 2019 10:51 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Letjen (Purn) dr Terawan Agus Putranto mengatakan pihaknya akan memetakan rumah sakit yang menyediakan serum anti-bisa ular (SABU). (Lisye/detikcom)
Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Letjen (Purn) dr Terawan Agus Putranto mengatakan pihaknya akan memetakan rumah sakit yang menyediakan serum anti-bisa ular (SABU). SABU itu akan disediakan di rumah sakit sekitar daerah yang terkena dampak teror ular kobra.

"Vaksin (anti-bisa) ular ya nanti saya cek, karena vaksin ular kan individual, tergantung daerahnya, daerah mana yang paling, ini kami dorong," ujar Terawan di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2019).

Terawan menyebut ancaman kesehatan di tiap daerah pasti berbeda-beda. Dia kemudian akan memetakan rumah mana yang akan membutuhkan serum itu.

"Jadi menurut saya tidak semua daerah kan ular yang kena, ada daerah yang kena tawon, ada daerah yang kena kalajengking, itu berbeda-beda, karena itu kami petakan mana daerah yang lebih banyak kena ular, contohnya di Jakarta ternyata juga ada yang deket sini, kemarin ketemu itu ular kobra berapa banyak itu. Jadi kami akan deploy-nya harus tepat sasaran," ujar Terawan.


Terawan menegaskan tak membutuhkan waktu lama untuk memetakan rumah sakit yang akan menyediakan serum anti-bisa ular itu. "Halah... sehari juga bisa, tergantung niat saja," jelasnya.

Terawan menuturkan ketersediaan serum itu akan disesuaikan dengan hakikat ancamannya. Demi efisiensi anggaran, Terawan menyebut tidak semua rumah sakit akan disediakan serum anti-bisa ular itu.


"Ya memang tidak, kan harus disesuaikan dengan hakekat ancaman. Kalau ancamannya ndak ada ngapain disediain, boros dong. Terus anggaran ne opo? tidak efisien, pengennya semua doanya yang enak-enak saja," pungkasnya. (lir/aan)